27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

10 Fitur Ikonik iPhone yang Kini Hilang

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaIlustrasi iPhoneTwitter.com/VenyaGaskin1

Sejak diperkenalkan pada 2007 silam, iPhone menjadi perangkat yang mengubah industri ponsel pintar. iPhone membawa desain serta beragam fitur inovatif yang kemudian menjadi tren hingga kini.

Tercatat ada 21 jenis iPhone yang telah diluncurkan hingga akhir 2018 ini. Mulai dari iPhone 2G sampai iPhone XS Max yang diperkenalkan beberapa bulan lalu.

Dari waktu ke waktu, Apple terus memberi perubahan pada jajaran iPhone. Hal ini tentu saja dilakukan agar iPhone tetap diminati oleh pengguna dan tak tergerus oleh zaman.

Namun sebagai konsekuensinya, Apple harus menghilangkan beberapa fitur yang sudah menjadi ciri khas iPhone sebelumnya.

Dirangkum KompasTekno dari Tech Radar, Rabu (26/12/2018), berikut ini adalah 10 fitur ikonik pada iPhone yang kini telah hilang.

1. Desain Skeuomorphism

Skeuomorphism adalah gaya desain yang menciptakan sebuah gambar yang meniru benda di dunia nyata.

Skeuomorphism ini menjadi populer ketika Apple menggunakannya pada tampilan antarmuka iOS 1 hingga iOS 6. Skeuomorphism membuat tampilan ikon pada iPhone menyerupai benda asli di dunia nyata.

Desain ini kemudian menjadi khas pada iPhone dan mendapat banyak penggemar. Namun kemudian pada iOS 7, Apple memutuskan untuk mengadopsi “flat design” dengan tampilan yang lebih sederhana.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaAntarmuka iOS 7.Apple

2. Konektor 30 Pin

Konektor 30 Pin juga menjadi salah satu fitur milik iPhone yang sangat ikonik. Konektor ini hadir sejak iPhone pertama kali diluncurkan pada 2007 silam.

Bentuk yang memanjang membuat konektor ini berbeda dengan milik ponsel kebanyakan. Konektor ini sekaligus bisa digunakan untuk mengisi daya dan menyambungkan ponsel ke perangkat komputer.

Konektor 30 Pin ini terakhir kali hadir pada iPhone 4S yang diperkenalkan 2011 lalu. Setelah itu, Apple mengganti port tersebut dengan USB Type C pada iPhone 5 hingga sekarang.

3. Bodi Plastik

iPhone, sejatinya tak melulu dibalut dengan lapisan yang premium nan keras. Ada beberapa jenis iPhone yang juga dibuat dengan bahan lapisan plastik.

Jika Anda ingat, seperlima dari bagian belakang iPhone generasi pertama merupakan balutan plastik.

Kemudian iPhone 3G dan iPhone 3GS merupakan jajaran iPhone yang bagian punggungnya dibalut dengan lapisan plastik sepenuhnya. Setelah itu, Apple mulai mengganti lapisan tersebut pada iPhone 4.

Bodi plastik ini juga sempat hadir pada iPhone 5c yang digadang-gadang sebagai iPhone versi murah kala itu. Namun sampai sekarang, Apple tak lagi membuat iPhone yang dibalut dengan bahan plastik.

4. Aplikasi Game Center

Jika Anda ingat, iPhone memiliki sebuah aplikasi bernama Game Center yang memungkinkan pengguna bermain game secara online. Aplikasi ini pertama kali diperkenalkan pada iOS 4.1 yang digelontorkan 2010 lalu.

Namun usia aplikasi ini hanya sampai iOS 9 yang dirilis pada 2015. Apple kemudian menghapus aplikasi ini pada iOS 10 dan seterusnya. Fungsi game center ini kini tak lagi menjadi sebuah aplikasi, melainkan menjadi salah satu menu yang tertera pada pilihan “setting” di iPhone.

5. Bodi Aluminium

Apple sempat menggunakan lapisan aluminium untuk iPhone generasi pertama. Namun kemudian material tersebut diganti oleh logam dan kaca yang memberi kesan lebih premium.

Apple terakhir kali menggunakan bahan aluminium pada iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang dirilis 2016 lalu. Sampai saat ini, material yang digunakan pada iPhone teranyar masih berupa lapisan kaca.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaiPhone 7 dan 6S tampak belakang terlihat memiliki perbedaan pada garis antena.Ars Technica

6. Jack audio 3,5 mm

Jack audio 3,5 mm sejatinya sudah dimiliki oleh iPhone sejak generasi pertama pada 2007 lalu. Namun kemudian Apple memutuskan untuk menghilangkan jack 3,5 mm pada iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.

Kala itu, hal ini membuat para penggemar iPhone kecewa. Apple pun mendapat banyak sindiran baik dari pengguna maupun vendor pesaing.

Sebagai gantinya, Apple kemudian membuat sebuah dongle khusus yang dapat digunakan sebagai konektor jack 3,5 mm lewat port USB Type C.

7. Tombol fisik “home”

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaTombol Home di iPhone 5S dilengkapi sensor sidik jari. Tombol itu juga dilapisi kristal safir agar tidak mudah tergores.(TheVerge)

Salah satu ciri khas pada iPhone adalah tombol “home” yang terletak pada bagian bawah layar. Tombol ini menjadi satu-satunya tombol navigasi fisik yang dimiliki iPhone.

Namun Apple kemudian menghilangkan tombol fisik “home” ini pada iPhone 7. Tombol ini digantikan oleh sebuah panel sentuh yang merangkap sebagai pemindai sidik jari.

Panel tersebut merupakan tombol kapasitif, tak bergerak ketika ditekan dan tidak memberikan feedback berupa “klik” seperti pada tombol fisik.

8. Tombol kapasitif “home”

Awalnya, tombol kapasitif “home” ini menjadi pengganti tombol fisik yang ditiadakan pada iPhone 7. Namun tombol kapasitif ini pun kemudian hilang pada iPhone generasi berikutnya.

Apple masih menyematkan tombol kapasitif ini pada iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Namun kemudian tombol ini hilang pada iPhone X.

iPhone X yang mengusung konsep full-screen ini mengganti fungsi tombol tersebut dengan menggunakan navigasi berbasis gesture. Pengguna yang ingin kembali ke tampilan awal, cukup mengusap layar dari bawah ke atas.

Fungsi dari gestur ini serupa dengan menekan tombol home pada iPhone 8 dan iPhone generasi sebelumnya.

9. Touch ID

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaHardware pemindai sidik jari di balik tombol home baru iPhone 5SApple

Touch ID adalah sebutan lain untuk pemindai sidik jari pada iPhone. Pemindai ini mulai hadir pada iPhone 5S yang dirilis 2013 lalu.

Touch ID tak hanya berfungsi sebagai pengaman perangkat tetapi juga dapat digunakan untuk verifikasi pembayaran.

Fitur Touch ID ini terakhir kali hadir pada iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Seiring dengan dihilangkannya tombol fisik dan kapasitif “home”, Apple beralih ke sistem pengamanan Face ID yang dapat digunakan sebagai pemindai wajah.

10. Bezel tebal di atas dan bawah

Sejak iPhone generasi pertama dirilis, bentuk smartphone ini memiliki satu ciri khas yang sama dari waktu ke waktu. Ciri khas tersebut adalah lapisan bezel atas dan bawah yang tebal namun tipis di bagian samping.

Dengan bentuk ini, iPhone seolah terlihat memiliki “jidat” dan “dagu”. Bentuk desain tersebut dipertahankan oleh Apple sampai pada iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang diperkenalkan 2017 lalu.

Desain ini kini mulai terganti oleh desain dengan bezel tipis di seluruh sisi ponsel. Desain ini membuat layar menjadi lebih luas tanpa harus memperbesar ukuran ponsel.

Penulis: Yudha Pratomo

Editor: Reska K. Nistanto

Sumber: Tech Radar

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: