21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kemenhub Ancam Cabut Izin Aplikator Taksi Online yang Bandel

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Ilustrasi Taksi Online

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Taksi Online

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2018 sebagai pengganti Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. 

Tak hanya pengemudi, aturan baru taksi online juga bakal menindak aplikator bandel yang tak mematuhi aturan. Bentuknya beragam, mulai dari teguran dengan pengiriman surat hingga pencabutan izin operasi. 

“Kalau (sanksi) aplikator, maka Pak Dirjen atau Pak Menteri memberikan surat kepada Kementerian Kominfo. Kalau pelanggaran operator sendiri ya kita akan lihat bisa cabut izinnya,” kata Direktur Angkutan Multi Moda Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani di Gedung Kemenhub, Jakarta, Rabu (26/12).

Ia menjelaskan, pelanggaran aturan bagi aplikator bisa beragam bentuknya. Mulai dari pengenaan tarif yang tak sesuai hingga berulang kali mengabaikan standar keamanan dan keselamatan. 

Ilustrasi Taksi Online

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Taksi Online

Dalam aturan baru taksi online, besaran tarif batas bawah dan atas tidak lagi ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Melainkan ditetapkan oleh Menteri Perhubungan atau Gubernur sesuai wilayah operasi.

“Sekitar kisaran Rp 3.500 hingga Rp 6.500 per km (tergantung kebijakan wilayah masing-masing),” imbuhnya.

Di samping itu, kata dia, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2018 juga bakal mengatur standar pelayanan minimal (SPM). Isinya yaitu mengatur tentang keterjangkauan, keteraturan, keamanan, dan keselamatan.

“Itu menjadi persyaratan (aplikator dan pengemudi tidak melanggar aturan). Bagi pengemudi, pengemudi enggak boleh lagi pakai celana pendek kaos kutang,” terang dia. 

Ia menambahkan, hal yang paling penting diperhatikan bagi pengemudi dan aplikator ialah identitas yang harus jelas dan sesuai dengan akun. Tujuannya untuk menjaga keamanan. 

“Ini kan bisa menjadi potensi kejahatan (yang perlu diwaspadai penumpang),” tutupnya.(Michael Agustinus)

%d blogger menyukai ini: