25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Di Bandung, Tertib Berkendara di Persimpangan Jalan Dapat Hadiah

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaWali Kota Bandung Oded M Danial secara simbolis menyerahkan hadiah kepada pengguna kendaraan roda empat yang tertib di persimpangan jalan, Rabu (26/12/2018).KOMPAS.com/ PUTRA PRIMA PERDANA

Perilaku disiplin di persimpangan jalan kerap kali diabaikan oleh pengguna kendaraan.

Untuk merangsang masyarakat agar mau tertib di persimpangan jalan, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan Kota Bandung membuat program unik berhadiah.

“Saya berharap agenda ini bisa mampu mendorong masyarakat Kota Bandung yang punya kendaraan yang berlalu lintas semakin disiplin,” kata Wali Kota Bandung Oded M Danial saat peluncuran program disiplin di Persimpangan Berhadiah di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (26/12/2018).

Hadiah yang akan diberikan kepada pengguna kendaraan yang tertib di persimpangan jalan sebesar Rp 500.000 dalam bentuk voucher servis kendaraan roda empat.

Hadiah ini dipersembahkan oleh salah satu layanan purnajual merek kendaraan asal Jepang.

“Kita tidak melihat soal nilainya, tapi sesungguhnya ini adalah upaya kami melaksanakan reward and punishment,” kata Oded.

“Justru saya ingin yang lebih dikedepankan adalah reward-nya bukan punishment-nya. Jangan dikit-dikit punsihment, dikit-dikit sanksi. Dengan reward ini mudah-mudahan bisa mendorong masyarakat Kota Bandung semakin disiplin,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, program tertib di persimpangan jalan berhadiah ini akan berjalan selama satu tahun.

“Setiap satu minggu ada 10 voucher,” kata Didi.

Lebih lanjut Didi menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim penilai lewat Area Traffic Control System (ATCS) untuk memilih secara random pengendara yang tertib di persimpangan jalan melalui CCTV. Untuk sementara ini, hadiah hanya diberikan kepada pemilik kendaraan roda empat.

“Kita pilih yang tidak melanggar rambu, tidak melanggar marka, kemudian dilihat safety belt-nya digunakan atau tidak, itu poin utamanya. Kita akan langsung dikasih di lapangan,” tuturnya. 

Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana

Editor: Farid Assifa

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: