26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

China Pangkas Tarif Impor 700 Komoditas, Sawit RI Tak Termasuk

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

kelapa sawit

© Disediakan oleh Kumparan kelapa sawit

Pemerintah China memangkas tarif impor 700 komoditas, termasuk bunga matahari dan canola yang selama ini menjadi pesaing produk sawit Indonesia. Padahal selama ini, China merupakan negara tujuan ekspor utama sawit Indonesia, selain India.

Mengutip South China Morning Post (SCMP), pemangkasan tarif terhadap 700 komoditas impor itu akan diberlakukan pada 1 Januari 2019. Sebagian komoditas akan diturunkan tarif impornya, hingga menjadi nol persen. 

“Sebagian bahkan menjadi nol persen, selebihnya masih dikenai tarif impor dalam persentase yang rendah,” ungkap Kementerian Perdagangan China. Di antara yang mendapat pembebasan tarif impor adalah bunga matahari dan kanola, yang menjadi bahan baku farmasi dan kosmetik.

Padahal data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), selama ini impor minyak sawit (CPO) asal Indonesia masih dikenai tarif 10 persen oleh Pemerintah China. Angka itu memang sudah diturunkan dari sebelumnya 11 persen.

Pada semester I 2018, ekspor CPO Indonesia ke China mencapai 1,82 juta ton. Sementara itu sepanjang 2018, impor bunga matahari China diproyeksi mencapai 1 juta ton dan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Suasana Pelabuhan di Qingdao, Shandong, China

© Disediakan oleh Kumparan Suasana Pelabuhan di Qingdao, Shandong, China

Eksportir utama bunga matahari ke China adalah negara-negara Eropa Timur, seperti Ukraina, Romania, dan Bulgaria. Tapi pada sisi lain China juga mengekspor bunga matahari, yang paling besar ke Iran. Sedangkan eksportir terbesar kanola ke China, adalah Kanada.

Dalam beberapa waktu terakhir, sawit Indonesia terpukul oleh melemahnya permintaan di saat produksi meningkat. Akibatnya, harga CPO di pasar dunia terus jatuh. Mengutip data Bursa Malaysia yang menjadi acuan harga CPO dunia, harga ekspor CPO untuk pengiriman sepanjang 2019 terus turun berkisar antara 15 persen sampai 27 persen.

Untuk menahan penurunan harga ini, Presiden Jokowi mengupayakan peningkatan impor CPO oleh China. 

Data Oil Crops Research Institute di Wuihan, China, mengungkapkan kebutuhan minyak nabati China yang tak dapat dipenuhi oleh produksi lokal, mencapai 20 juta ton per tahun. Untuk itu China mengimpor minyak nabati, terutama adalah kelapa, sawit, rapeseed, kedelai, dan bunga matahar.(Wendiyanto Saputro)

%d blogger menyukai ini: