26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Boikot Apple, Perusahaan Tiongkok Subsidi Pembelian Ponsel Huawei

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Beberapa minggu lalu, setelah CFO Huawei Meng Wanzhou ditangkap di Kanada atas permintaan pemerintah Amerika Serikat. Salah satu pemasok Huawei menyebut akan mengenakan denda kepada pegawai yang membeli Apple iPhone.

Perusahaan ini juga menyebut akan membantu pegawai yang membeli ponsel buatan produsen asal Tiongkok melalui subsidi biaya pembelian. Rasa nasionalisme ini sangat kentara di Tiongkok sebagai respon dari penangkapan Meng dan terus bertumbuh.

Sejumlah pihak menilai masyarakat Tiongkok merasa lebih mudah untuk meluapkan rasa frustrasi mereka dengan melakukan boikot pada Apple. Pemerintah Amerika Serikat melarang sekutunya untuk tidak menggunakan ponsel atau peralatan jaringan Huawei.

Pelarangan ini dilandasi oleh kekhawatiran bahwa produk tersebut dimanfaatkan untuk memata-matai konsumen dan perusahaan. Karenanya, lebih dari 20 perusahaan asal Tiongkok mengumumkan akan meningkatkan pembelian produk mereka dari Huawei.

Sejumlah perusahaan Tiongkok menawarkan subsidi bagi pegawai yang membeli ponsel Huawei baru, sebagai bentuk boikot kepada Apple.: Boikot Apple, Perusahaan Tiongkok Subsidi Pembelian Ponsel Huawei

© Lufthi Anggraeni Boikot Apple, Perusahaan Tiongkok Subsidi Pembelian Ponsel Huawei

Nikkei Asian Review menyebut sejumlah perusahaan telah mengumumkan bahwa mereka akan mensubsidi 10 persen, 20 persen atau sebanyak 100 persen dari biaya ponsel Huawei yang dibeli oleh pegawai.

Perusahaan asal Tiongkok yang menyatakan kesediaan mereka untuk menanggung sejumlah biaya dari ponsel Huawei baru pegawai bukanlah seluruhnya pemasok untuk Huawei. Perwakilan resmi pemerintah Tiongkok menyebut ratusan bisnis Tiongkok menawarkan rencana serupa kepada pegawainya di seluruh negara berjuluk Tirai Bambu ini.

Sementara sejumlah perusahaan menawarkan subsidi dalam pembelian ponsel bermerek Huawei, sejumlah perusahaan lainnya turut memasukan perangkat ZTE dalam daftar subsidi perangkat yang dibeli oleh pegawainya.

Serupa Huawei, ZTE juga disebut sebagai ancaman nasional oleh pemerintah Amerika Serikat. Pada awal tahun ini, Departemen Perdagangan Amerika Serikat memberlakukan pelarangan ekspor kepada ZTE, menyebabkannya hampir gulung tikar di negara tersebut.

Satu perusahaan yang memproduksi mesin di Shenzhen, lokasi basis Huawei, mengancam untuk menyita iPhone jika pegawai ketahuan memilikinya, dan memecat mereka. Shenzhen Yidaheng Technology akan mengenakan denda kepada pegawai yang membeli iPhone dengan jumlah uang yang sama yang digunakan untuk membeli perangkat ini.

Perusahaan pembuatan bir di Provinsi Henan menawarkan alkohol gratis bagi masyarakat yang menampilkan struk pembelian ponsel Huawei baru. Communist Youth League menggunakan media sosial untuk mendorong bisnis di Tiongkok untuk mendukung Huawei.

Namun, setidaknya satu anggota Communist Party akan menentang tren ini. Pimpinan editor publikasi propaganda Communist Party Global Times, Hu Xijin, menyebut bahwa dirinya akan terus menggunakan iPhone miliknya.(Lufthi Anggraeni )

%d blogger menyukai ini: