29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Facebook Aktifkan Fitur Safety Check saat Tsunami Selat Sunda

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Gelombang tsunami terjadi di perairan Selat Sunda dan menerjang wilayah Banten dan Lampung, pada Sabtu (23/12) malam. Bencana ini menyebabkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, serta menimbulkan korban tewas 62 orang, 584 orang mengalami luka-luka, dan 20 orang dinyatakan hilang, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Media sosial Facebook lantas mengaktifkan fitur Safety Check atau Pemeriksaan Keselamatan bagi para penggunanya. Fitur ini bisa dimanfaatkan pengguna untuk menginformasikan kondisi mereka dalam keadaan selamat, serta memeriksa kondisi pengguna Facebook lain, teman, atau keluarga setelah suatu krisis atau bencana alam terjadi. 

Screenshot fitur Safety Check di Facebook

© Disediakan oleh Kumparan Screenshot fitur Safety Check di Facebook

Selain itu, Safety Check juga bisa dimanfaatkan untuk meminta bantuan kepada sesama pangguna, baik di sekitar lokasi bencana, maupun di wilayah lainnya.

Facebook telah mengaktifkan fitur Safety Check dan membuat halaman khusus Pusat Informasi Krisis dengan judul ‘Tsunami dekat Selat Sunda, Indonesia’. Halaman tersebut sudah diisi oleh banyak informasi yang diberikan oleh kantor berita dan pengguna lain.

“Gelombang tsunami di pulau Jawa dilaporkan bergerak hingga 65 kaki ke daratan, dan memasuki bangunan dan menenggelamkan mobil. Tsunami merusak puluhan bangunan dan dilaporkan disebabkan oleh aktivitas dari gunung berapi bawah laut Krakatau,” tulis Facebook soal keterangan bencana Tsunami Selat Sunda di halamana Safety Check.

Di halaman Safety Check itu, pengguna Facebook juga bisa mencari atau menawarkan bantuan untuk korban bencana tersebut. Ada beberapa pilihan kategori bantuan, seperti perlindungan, air, makanan, pakaian, transportasi, dan lainnya. Kemudian ada jumlah orang yang bisa diisi untuk menentukan banyaknya bantuan.

Kondisi terkini setelah tsunami di Anyer, Banten

© Disediakan oleh Kumparan Kondisi terkini setelah tsunami di Anyer, Banten

Sebelumnya, Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memastikan bahwa gelombang pasang yang tinggi tersebut adalah tsunami yang tidak dipicu oleh gempa bumi.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyatakan gelombang pasang air laut dan tsunami yang terjadi di Pantai Anyer, Serang, Banten, setinggi 0,9 meter. 

Pencarian korban masih terus dilakukan oleh beberapa pihak, seperti TNI, Polri, Basarnas dan masyarakat sekitar turut membantu. Masyarakt juga diimbau untuk menjauh daerah sekitar bibir pantai atau laut pasca bencana tsunami terjadi.(Bianda Ludwianto)

%d blogger menyukai ini: