21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Facebook Izinkan Spotify dan Netflix Intip Percakapan Pribadi Pengguna

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Masalah privasi tak henti-hentinya mendera Facebook sepanjang 2018. Baru-baru ini, sebuah laporan dari New York Times menyebut bahwa Facebook memberi izin ke beberapa pihak ketiga untuk mengakses data pengguna, termasuk membaca pesan di Facebook.

Laporan tersebut dihimpun dari dokumen internal dan diperkuat dengan data wawancara mantan pegawai Facebook.

Salah satu pihak ketiga yang disebut adalah search engine besutan Microsoft, yakni Bing. Bing disinyalir memiliki akses untuk melihat daftar teman Facebook pengguna, tanpa diketahui pemilik akun.

Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah indikasi yang menyebut bahwa Spotify dan Netflix juga memiliki akses untuk membaca pesan langsung pengguna yang log-in dengan akun Facebook.

Selain Spotify dan Netflix, laporan itu juga mengatakan bahwa Royal Bank of Canada memiliki kemampuan lebih, yakni bisa menulis dan menghapus pesan pribadi pengguna Facebook.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaIlustrasi FacebookIst

Spotify memang diketahui memiliki fitur untuk bisa membagikan musik yang sedang didengarkan melalui Facebook Messenger. Netflix pun sempat memiliki fitur yang sama tahun 2014, di mana pengguna bisa membagikan rekomendasi film atau acara TV di Facebook.

Namun fitur itu sudah dihapus sejak 2015 lalu, pun halnya dengan Royal Bank of Canada yang tak lagi memiliki fitur yang terintegrasi dengan Facebook.

Facebook, dalam laporan yang sama, disebut meminta langsung para mitranya untuk tidak memberitahukan pengguna soal pembagian data antara Facebook dan aplikasi ketiga. Banyak pula aplikasi pihak ketiga yang tidak pernah muncul di pengaturan aplikasi pengguna Facebook.

Director Platform Facebook, Konstantinos Papamiltiadis dalam blog Newsroom Facebook, tidak memungkiri bahwa para pihak ketiga mendapatkan akses ke pesan pengguna.

“Ya (mereka dapat akses). Tapi pengguna harus masuk ke akun Facebook menggunakan aplikasi mitra ketiga lebih dulu. Ambil contoh Spotify. Setelah masuk ke akun Facebook via aplikasi desktop Spotify, pengguna bisa mengirim dan menerima pesan tanpa harus meninggalkan aplikasi,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa API Facebook memberikan jalan ke pihak ketiga untuk mengakses pesan agar mereka bisa memberdayakan jenis fitur ini. Sayangnya, Papamiltiadis tidak menjelaskan mengapa banyak aplikasi pihak ketiga tidak muncul di menu pengaturan Facebook, seperti yang termuat di laporan New York Times.

Perwakilan Facebook mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa data pengguna disalahgunakan para pihak ketiga. Namun ia sadar bahwa piohaknya gagal mencabut akses istimewa tertentu ketika para mitranya sudah tidak lagi menggunakan fitur FacebookTanggapan Netflix dan Spotify

Kepada New York Times, perwakilan Netflix dan Spotify mengaku tidak tahu bahwa mereka memiliki akses untuk membaca pesan pengguna. Sementara perwakilan Royal Bank of Canada membantah ruduhan yang dilayangkan ke pihaknya.

Kepada Android Authority, perwakilan Netflix mengatakan mereka tekah menghapus fiturnya di Facebook sejak 2015 lalu, sebagaimana KompasTekno rangkum, Kamis (20/12/2018).

“Selama beberapa tahun kami mencoba membuat Netflix lebih sosial. Salah satu contohnya adalah pada tahun 2014, kami meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna kami untuk merekomendasikan acara TV dan film ke teman-teman Facebook mereka melalui Messenger atau Netflix,” jelas perwakilan Netflix.

“Namun fitur itu tidak pernah populer, maka kami menghapusnya pada tahun 2015,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Netflix mengklaim tidak pernah mengakses pesan pribadi orang-orang di Facebook atau meminta akses untuk melakukanya.

Akses aplikasi pihak ketiga untuk membaca pesan memang bukan tidak mungkin. Namun mereka selalu meminta izin akses dari pengguna saat pertama kali memasang aplikasi tersebut dan pengguna juga bisa menon-aktfikan akses melalui menu “setting” aplikasi.

Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Editor: Reska K. Nistanto

Sumber: Android Authority

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: