26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Luncurkan Aplikasi di Singapura, Gojek Contek Peta Grab?

Berita ini diberdayakan untuk katadata.co.id

Gojek resmi merilis aplikasi versi beta di Singapura pada 29 November 2018 lalu. Namun, beberapa pihak menyebut tampilan peta di aplikasi Gojek mirip dengan Grab. Tak hanya peta jalan dan gedung, lokasi titik penjemputan pada aplikasi Gojek pun sama dengan Grab.

Seorang pengacara komersial di Singapura, Wayne Ong mengatakan, dugaan Gojek meniru tampilan peta Grab kemungkinkan bukan tindakan krimimal. “Namun, Grab bisa mengajukan klaim terhadap Gojek atas pelanggaran, jika Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) itu disalin,” ujar dia dikutip dari Tech In Asia, Senin (17/12) lalu.

Pengacara lainnya dari Consigclear di Singapura Adrian Kwong menyampaikan bahwa penyalinan tersebut sangat memungkinkan untuk Grab mengajukan klaim HaKI. “Sekarang, tanggung jawab Gojek untuk menjelaskan hal ini atau akan menghadapi risiko pelanggaran hak cipta,” ujar dia.

© Disediakan oleh PT Katadata Indonesia

Tampilan peta yang kemungkinan ditiru Gojek adalah opsi titik penjemputan. Misalnya, Anda memesan Grab di Marina Bay Sands maka ada pilihan titik penjemputan seperti [email protected] (convention center); [email protected] (casino); dan, [email protected] Hotel Tower 1. Penamaan titik poin inilah yang sama persis dengan yang tertera di Gojek.

Gojek pun tak menyangkal, bahwa perusahaannya kemungkinan mengambil informasi peta dari Grab ke aplikasinya. “Aplikasi (Gojek) menggunakan data mentah titik penjemput [dan] drop-off dari beberapa sumber, termasuk mitra pengemudi kami. Kami kemudian menggunakan algoritma untuk menganalisa dan memperbaiki peta data dalam rangka untuk meningkatkan pengalaman pengguna,” demikian pernyataan Gojek.

Sementara Grab tidak secara eksplisit menuduh Gojek menyalin tampilan peta mereka. “Grab peduli terhadap pelanggan dan percaya bahwa penting untuk berinvestasi dalam hal teknologi supaya memberikan pengalaman yang baik kepada mereka. Titik pick-updan drop-off mungkin tampak kecil, tetapi penting untuk pengguna,” kata Juru Bicara Grab.

Perusahaan asal Singapura itu mengaku sudah mendedikasikan diri dalam hal teknologi pemetaan. “Kami melakukannya dengan menggunakan data perjalanan [dan] mesin belajar, mengumpulkan (data) langsung (dari) penumpang dan mitra pengemudi,” kata Juru Bicara Grab  “Hal ini telah menghasilkan lebih dari 5 ribu titik antar jemput yang spesifik di Singapura.”(Pingit Aria)

%d blogger menyukai ini: