30 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Rencana Besar Google Basmi Semua Nyamuk di Seluruh Dunia

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Nyamuk

© Disediakan oleh Kumparan Nyamuk

Keberadaan nyamuk memang mengganggu manusia. Serangga penghisap darah itu bisa membuat kehidupan kita jadi tidak tenang, bahkan tidur pun terganggu akibat serangan nyamuk di malam hari yang membabi buta.

Menyadari betapa mengganggunya nyamuk, para peneliti di Silicon Valley, California, AS, mulai mencari cara untuk membasmi nyamuk di seluruh dunia. Alphabet Inc., induk perusahaan Google, telah memulai upayanya membasmi nyamuk.

Misi ini diawali di kawasan Fresno County, California. Cara yang dilakukan Alphabet adalah dengan teknik steril serangga. Alphabet melepas nyamuk-nyamuk jantan yang telah disuntik bakteri wolbachia. Kemudian, nyamuk jantan itu akan kawin dengan nyamuk betina.

Hasilnya? Telur-telur nyamuk betina yang telah kawin dengan nyamuk jantan wolbachia tidak pernah menetas. Nyamuk-nyamuk jantan yang diinfeksikan wolbachia itu telah diberi penanda digital yang membuatnya bisa dilacak keberadaannya.

Hasil dari penerapan cara ini pada 2017 menunjukkan populasi dari nyamuk betina menurun sebanyak dua per tiganya, seperti dilaporkan Bloomberg. Kemudian proyek kedua di Australia yang dilakukan pada Juni lalu, berhasil mengurangi populasi nyamuk sebanyak 80 persen.

Ilustrasi Google

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Google

Unit Alphabet yang mengerjakan tugas ini adalah Verily Life Sciences, yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk. Cara ini diyakini dapat membasmi nyamuk di seluruh dunia, jika memang nyamuk-nyamuk jantan dengan bakteri wolbachia disebar di seluruh dunia.

Pembasmian penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk menjadi hal yang serius ditangani Alphabet, walau mereka memiliki banyak usaha lain di bidang kesehatan dan sains. Melalui Verily dan unit lainnya, Alphabet menginvestigasi lensa kontak pintar, aplikasi artificial intelligence (AI) untuk kesehatan, dan mekanisme molekuler bertambahnya usia.

Google sendiri baru saja merekrut Health Chief Executive Officer Geisinger, David Feinberg, untuk memimpin inisiatif pelayanan kesehatan perusahaan.

Jika teknologi yang dikembangkan Alphabet bakal bisa dikontrol dengan mudah dan harganya murah, maka ini akan menjadi kesempatan bagi pemerintah atau perusahaan bisnis di seluruh dunia yang ingin mengatasi permasalahan nyamuk.

Ilustrasi Nyamuk

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Nyamuk

Upaya untuk membasmi penyakit yang diakibatkan nyamuk tidak hanya dilakukan Google. Pendiri Microsoft Bill Gates juga sebelumnya telah menggelontorkan dana sebesar 1 miliar dolar AS untuk teknologi yang bisa membasmi penyakit malaria, termasuk upaya untuk memodifikasi gen nyamuk.

Namun, belum diketahui apa yang akan terjadi jika nyamuk penyebar penyakit benar-benar musnah dari dunia. Bagaimana peran nyamuk dengan lingkungan sekitarnya belum dipelajari secara menyeluruh. Sejumlah peneliti sendiri menurut laporan Bloomberg mengatakan tidak akan ada masalah jika nyamuk lenyap dari dunia.(Jofie Yordan)

%d blogger menyukai ini: