29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

59 Mahasiswa UI Yang Jadi Korban Tsunami Banten Ditemukan Selamat

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Sebanyak 59 mahasiswa Universitas Indonesia yang menjadi korban tsunami di Banten ditemukan selamat. Para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UI tersebut ketika tsunami menerjang tengah berada di Anyer dalam rangka mengadakan rapat pleno akhir tahun.

Mereka berada di Anyer sejak hari Jumat (21/12/2018) dan menjadi korban tsunami pada Sabtu (22/12/2018).

“Alhamdulillah 59 orang mahasiswa BEM yang berangkat ke Anyer semua selamat,” ujar Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UI Nurul Abriyah melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com, Selasa (25/12/2018).

Meski selamat, ada enam orang mahasiswa yang mengalami luka-luka pada bagian kaki akibat peristiwa nahas tersebut.

“Ada beberapa yang luka-luka, semua sudah mendapat perawatan,” tuturnya.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaPantauan udara dari pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air yang menunjukan pemukiman di wilayah pesisir Banten porak poranda akibat terjangan tsunami. Sebagian perahu warga merangsek ke daratan lantaran terdorong gelombang tsunamiRakhmat Nur Hakim/Kompas.com

Nurul menambahkan, seluruh mahasiswa kini sudah dipulangkan ke rumah masing-masing sejak Minggu (23/12/2018).

“Iya Alhamdulillah sudah di rumah masing-masing,” tutup Nurul.

Sebelumnya, bencana tsunami di Selat Sunda melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, serta di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Data sementara hingga Senin (24/12/2018) pukul 21.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.

Kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.

Penulis: Ryana Aryadita Umasugi

Editor: Sabrina Asril

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: