22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Takut Tsunami, Pantai Parangtritis Mendadak Sepi Pengunjung

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id  

Bencana tsunami yang menerjang kawasan pantai di Selat Sunda ternyata berdampak pada pengunjung pariwisata pantai di Yogyakarta. Bencana alam yang tak diperkirakan tersebut ternyata mampu membuat wisatawan mengurungkan niat mereka berkunjung ke pantai.  

Kunjungan wisatawan di Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul  mengalami penurunan cukup drastis. Dikutip dari data yang ada Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis tercatat kunjungan wisatawan pada hari Minggu 23 Desember 2018 atau satu hari paska tsunami kunjungan mencapai 28.700 wisatawan.

Tetapi pada hari Senin, 24 Desember 2018, atau hari kedua setelah tsunami jumlah pengunjung turun menjadi 18.200 wisatawan. Dan pada hari Selasa, 25 Desember 2018m hingga pukul 13.30 WIB jumlah pengunjung hanya mencapai 7.900 wisatawan.

“Memang kunjungan wisatawan terus menurun,” kata Heri salah satu petugas TPR Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Selasa 25 Desember 2018.

Menurutnya, peristiwa tsunami di Banten dan Lampung Selatan berdampak pada takutnya wisatawan untuk berkunjung di pantai. “Biasanya sejak dini hari bus rombongan wisatawan pelajar sudah masuk ke kawasan pantai namun saat ini bisa dihitung bus wisatawan pelajar yang masuk kawasan wisata pantai,” ucapnya.

Pintu masuk menuju pantai Parangtritis, tampak sepi.

© VIVA Pintu masuk menuju pantai Parangtritis, tampak sepi.

Dengan masih kencangnya pemberitaan tentang tsunami di Banten dan Lampung Selatan dipastikan juga berdampak bagi wisatawan yang akan menghabiskan tahun baru di pantai.

“Pasti wisatawan akan pindah ke pusat kota atau ke obyek wisata di pegunungan yang saat ini juga semakin banyak dan menarik,” ujarnya.

?Hal yang sama juga terjadi di pantai selatan Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta yang mengalami penurunan. Hal tersebut dapat dilihat dengan tidak adanya antrean kendaraan bermotor, mobil atau bus. Padahal biasanya di hari libur seperti ini, maka antrean kendaraan pengunjung menuju pantai cukup panjang. 

“Pada libur Sabtu 22 Desember hingga Minggu 23 Desember 2018 jumlah wisatawannya mencapai 53 ribu,” ujar Asty Wijatanti, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

Asty menyatakan dampak dari tsunami di Selat Sunda membuat wisatawan di pantai turun drastis karena ketakuta tsunami juga melanda laut selatan Kabupaten Gunungkidul.

“Wisatawan banyak yang tanya potensi tsunami kepada petugas pemungut retribusi tiket masuk pantai,” ucapnya.(Endah Lismartini)

%d blogger menyukai ini: