22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Usai Insiden, Warga Ingin Pembangunan Trans Papua Dilanjutkan

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co 

Warga Kampung Mbua, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, menginginkan pembangunan jalan Trans Papua tetap dilanjutkan setelah terjadi insiden penembakan terhadap sejumlah pekerja konstruksi pada awal bulan Desember 2018.

Kepala Kampung Mbua Patianus Lokbere mengatakan pembangunan jalan trans Papua akan membuka berbagai macam akses pembangunan lainnya. “Kami di sini ingin pembangunan di semua bidang, baik jalan, perumahan dan lainnya,” katanya di Mbua, Senin, 24 Desember 2018.

Pernyataan Patianus disampaikan usai ibadah Natal bersama menyambut perayaan Natal 25 Desember 2018 yang dipusatkan di Gereja Kemah Injil Kingmi jemaat Imanuel, Klasis Mbua, Kampung Mbua.

Menurut Patianus, warga Mbua ingin rasakan pembangunan yang sama dengan distrik lainnya di Nduga, atau dengan kabupaten lain di pegunungan tengah Papua. “Kami juga ingin ada kendaraan yang masuk di sini, kami ingin seperti di Wamena, Jayawijaya,” katanya.

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Untuk keberlanjutan pembangunan jalan itu, kata Patianus, ada baiknya aparat keamanan tetap mengawasinya sehingga tidak terjadi kekerasan seperti pada awal bulan ini. “TNI dan Polri harus ikut awasi pembangunan,” ucapnya. “Karena kami ingin maju seperti daerah lain, tidak ingin pembangunan terhambat. Kami mau anak-anak bisa sekolah dan dapatkan pendidikan yang lebih baik lagi.”

Hal senada disampaikan oleh tokoh agama dari Gereja Kingmi Mbua Pendeta Nataniel Tabuni berharap agar Presiden Joko Widodo bisa melihat persoalan yang terjadi di Nduga. “Harapannya, Pak Jokowi bisa melihat kami, persoalan yang dihadapi warga karena Nduga juga merupakan bagian dari Indonesia, butuh pembangunan yang baik,” katanya.

Mengenai aksi kekerasan yang terjadi pada awal bulan in, Nataniel berharap hal itu tidak terulang kembali karena banyak warga sipil yang jadi korban, baik pekerja jalan trans Papua maupun warga setempat.

Nataniel menjelaskan dalam proyek Trans Papua itu ada ada tiga warga yang menjadi korban kekerasan. Hal tersebut ditemukan oleh tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Nduga dan para wakil rakyat. Kami ingin kedamaian, mohon para pihak berkepentingan untuk lebih mengedepankan kepentingan bersama, jaga kedamaian di saat Natal,” katanya.

%d blogger menyukai ini: