27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Butuh Rp 150 Miliar Bangun Kawasan Tanjung Lesung Seperti Semula

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Chairman Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono, menyebutkan, butuh sekitar Rp 150 miliar untuk membangun kembali kawasan wisata Tanjung Lesung, Banten, pasaca dilanda tsunami pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Selama ini Jababeka merupakan pihak pengelola kawasan wisata Tanjung Lesung.

“Kalau dibangun gedung-gedung itu semua perlu (dana) barangkali Rp 150 miliar. Kurang lebih lah, kalau mau dibangun ulang kembali semuanya,” kata Darmono ditemui di Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018).

Dia menjelaskan, setelah kejadian diperkirakan sekitar 30 persen bangunan di kawasan wisata Tanjung alami kerusakan. Namun ia tak menjelaskan apakah semua masuk katagori rusak berat atau ringan. Bahkan ini masih hasil amatan secara fisik.

“70 persen sisanya tinggal dibersihkan dan bisa diperbaiki lagi. Tapi itu baru pandangan mata, belum hitung secara detail,” ujarnya.

Dia menerangakan, dalam kawasan wisata tersebut terdapat lima bangunan hotel, baik ukuran besar dan kecil. Ketika tsunami dan gelombang besar terjadi bangunan-bangunan juga terdampak, sehingga menimbulkan kerusakan sejumlah bagian.

“Kalau total kamar antara 250 kamar,” sebut dia.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaChairman Jababeka Group, Setyono Djuandi memberikan keterangan pers terkait kondisi kawasan wisata Tanjung Lesung, Lampung di Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA 

Selain kerusakan infrastruktur, lanjut Setyono, terdapat juga keryawan pengelola kawasan wisata Tanjung Lesung yang jadi korban dalam kejadian ini. Pihaknya belum mendapatkan informasi berapa jumlah semuanya.

“Selama ini yang kita tahu dua orang meninggal, empat orang hilang dan belum ketemu,” terangnya.

Jababeka telah menerjunkan tim untuk melihat dan memantau kondisi terkini di Tanjung Lesung. Mereka juga akan membantu dan memberi pertolongan kepada korban bencana ini. “Pokoknya, siapa pun perlu pertolongan (akan) ditolong,” sebutnya.

Tsunami beserta gelombang tinggi menerjang kawasan Selat Sunda dan Tanjung Lesung pada Sabtu (22/12/2018) malam. Akibatnya, telah menelan korban jiwa dan merusak sejumlah bangunan.

Data terbaru, jumlah korban jiwa akibat tsunami di Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung

ada 229 orang dan telah dinyatakan meninggal dunia. Angka ini diperkirakan terus bertambah.

Penulis: Murti Ali Lingga

Editor: Bambang Priyo Jatmiko

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: