3 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

VISI & MISI CALON GUBERNUR SULAWESI TENGGARA 2018-2023 (H. ALI MAZI, SH)

ALI MAZI, SH

Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS):

Sistem pranata yang diselenggarakan oleh masyarakat secara swadaya, agar masyarakat mampu memenuhi minat, kebutuhan dan kepentingan bersama.

 

PERCEPATAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN MENUJU KEMAKMURAN & KESEJAHTERAAN RAKYAT SULTRA

 

KERANGKA UMUM

Sulawesi Tenggara harus menjadi bagian dari arus kesadaran baru untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan berkelanjutan. Bahkan dapat mengambil prakarsa untuk menjadi lead region (daerah terdepan) bagi upaya yang menentukan masa depan bangsa dan negara, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

 

 WAWASAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF

Kritik terhadap pembangunan selama ini telah melahirkan tesis baru tentang pengertian pembangunan yang berbasis peranserta masyarakat (participatory development) sebagai keseluruhan upaya untuk membangkitkan (awakening), menguatkan (empowering) dan membela (advocating) tumbuhnya prakarsa, peran serta dan swadaya masyarakat agar mampu membangun diri sendiri (self improvement), menolong diri sendiri (self help), dan berdiri di atas kaki sendiri (self reliance) dalam pemenuhan minat, kebutuhan dan kepentingan bersamanya

 

VISI & MISI

Visi:

“Mewujudkan Sulawesi Tenggara yang sejahtera, adil dan merata, aman dan demokratis, serta maju dan berkembang secara berkelanjutan pada era transparansi global dalam rangka mendukung pembangunan kebudayaan dan perdaban bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”

Misi:

Berporos pada kepentingan Sosial-Ekonomi Kerakyatan yang berbanding lurus dengan 4 pilar pembangunan: Sosial, Ekonomi, Lingkungan dan Kelembagaan.

 

PENDEKATAN & STRATEGI

  • Pembangunan sebagai proses perubahan kebudayaan dan peradaban.

Perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat Sultra menuju masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi oleh iman dan taqwa yang kokoh sehingga terwujud masyarakat yang berbudaya dan beradab, santun dalam berbicara, sopan dalam bertindak:

  1. Memajukan teologi dan sikap religius masyarakat yang rasional (melahirkan insan dengan etos kerja tinggi dan berpihak ke masa depan)
  2. Pengembangan pendidikan yang berorientasi pada sain dan teknologi
  3. Kesehatan dan kesejahteraan sosial

 

  • Pembangunan berporos kepentingan sosial ekonomi kerakyatan.

Pemerintah menegakan keadilan dan membantu masyarakat dalam mengakses sumber ekonomi, faktor produksi dan kesempatan ekonomi dan sama:

  1. Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS): suatu sistem yang berorientasi langsung pada kepentingan rakyat melalui 8 lembaga swadaya SMS
  2. Pengukuhan Desa Sebagai Badan Hukum Milik Masyarakat (BHMM): Desa/Kelurahan sebagai para pihak bersama dalam setiap peristiwa investasi, khususnya investasi dalam pengelolaan sumber daya alam
  3. Redistribusi/pemerataan aset dan faktor produksi: Redistribusi lahan pertanian, perkebunan dan kehutunan untuk kepentingan rakyat.

 

  • Pembangunan berbasis investasi.

                Suatu sistem penganggaran yang tidak bersandar pada DAU (Dana Alokasi Umum), DAK (Dana Alokasi Khusus) dan dana dekonsentrasi, tetapi pada PAD dan mengidentifikasi peluang investasi baru:

  1. Penarikan investasi  domestik dan internasional
  2. Penerapan prinsip pengembalian anggaran dan pembayaran bunga dalam skim ROFI (Repayment of Fund and Interest). Suatu sistem penganggaran yang diyakini akan mengubah dasar-dasar manajemen pemerintah dan pembangunan ke arah yang esensial dan efektif

 

  • Meritokrasi birokrasi.

Pengembangan orientasi prestasi (merit system) atau meritokrasi dalam budaya dan pelaksanaan kerja pegawai negeri sipil (berorientasi kinerja) melalui:

  1. Peningkatkan kesejahteraan pegawai
  2. Pembagian kerja pegawai sebagai pekerja kantor dan pekerja lapangan
  3. Desentralisasi fiskal, serta paduserasi kebijakan, program dan anggaran antar pemerintah daerah

 

MENUJU PEMBANGUNAN POROS SOSIAL EKONOMI KERAKYATAN

Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS):

Poros sosial ekonomi kerakyatan meletakkan arti penting adanya pratata (social institution) yang mampu memenuhi minat, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara swadaya pada setiap Desa/Kelurahan dan dil ingkungan masyarakat sekerja. SMS menjadi barometer untuk mengukur kemaknaan atau tidak maknaan pembangunan.

 

APA ITU SMS?

Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS) atau Stelsel Qoryah Thoyibah adalah tatanan program untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat. Stelsel berarti sistem paranata tatanan atau rumusan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatan kesejahteraan masyarakat. Qoryah berasal dari bahasa Arab yang berarti desa atau wilayah kerja setingkat desa/kelurahan sedangkan Thoybah berarti komunitas atau masyarakat. Jadi SMS adalah sistem pranata pada setiap komunitas setingkat desa kelurahan atau lingkungan sekerja yang  diselenggarakan oleh masyarakat secara swadaya, sehingga masyarakat mampu memenuhi minat, kebutuhan dan kepentingan bersama.

 

APA PERAN PEMERINTAH DALAM SMS?

Membangkitkan, menguatkan, dan membela tumbuhnya prakarsa, peran serta swadaya masyarakat agar mampu membangun diri sendiri, menolong diri sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan, minat, dan kepentingan bersamanya secara berkelanjutan. Ada 8 pratata SMS yang harus ada:

  • Sosial-ekonomi
  • Pendidikan alternatif
  • Kesehatan masyarakat
  • Teknologi tepat guna
  • Kependudukan dan keluarga sakinah
  • Lingkungan hidup
  • Sosial budaya
  • Spritual

 TERIMA KASIH MOHON DOA & DUKUNGAN MASYARAKAT SULAWESI TENGGARA

ALI MAZI, SH
%d blogger menyukai ini: