23 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Dalam Setahun, Pengguna OVO Melonjak 400 Persen

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaDirektur OVO, Harianto Gunawan.KOMPAS.com/Ambaranie Nadia

PT Visionet Internasional atau OVO, platform pembayaran digital tumbuh drastis sejak pertama kali beroperasi pada November 2017.

Hingga akhir November 2018, basis pengguna OVO tumbuh lebih dari 400 persen dengan aplikasi terinstal di 115 juta device.

Direktur OVO Harianto Gunawan mengatakan, dalam setahun, OVO menjangkau hampir seluruh kabupaten di Indonesia, yakni 93 persen. Sebanyak 33 persen pengguna OVO berada di wilayah Jabodetabek.

“Kita lihat pengguna OVO di luar Jabodetabek sebesar 77 persen. Ini menunjukkan kita mampu reach di luar Jabodetabek,” ujar Hariyanto di Jakarta, Kamis (20/12/201).

Penggunaan OVO paling banyak untuk transportasi, ritel, dan e-commerce. Kerja sama dengan berbagai merchant dan aplikasi juga membantu memperluas jangkauan OVO.

OVO menggandeng Grab dan Tokopedia sebagai alat pembayaran. Selain itu, belakangan OVO juga bekerja sama dengan berbagai ritel untuk pembayaran menggunakan QR code.

Hal itu menjadikan OVO sebagai platform pembayaran digital pertama di Indonesia yang diterima di jaringan ritel, warung, e-commerce, hingga jasa online dan on-demand, dengan lebih dari 500.000 gerai offline.

OVO juga memperkuat posisinya sebagai platform fintech terdepan di Indonesia. Pada Oktober dan November 2018, OVO telah mencatatkan pertumbuhan jumlah merchant lebih dari 70 persen.

“Kita menggandeng ritel dan platform sehingga mereka bisa mengajak ekosistemnya. Kerjasama dengan siapapun kami open,” kata Hariyanto.

Chief Product Officer OVO Albert Lucius mengatakan, strategi menggandeng ritel ini membuat pengguna semakin mudah menggunakan OVO kapan saja, di mana saja, dan untuk berbagai keperluan. Target mereka adalah membuat OVO selalu ada di setiap aktivitas spenggunanya, mulai pagi saat berangkat kejra, siang hari saat membeli makanan, hingga berbelanja online melalui Tokopedia.

“Mau beli jajanan, bayar ongkos kendaraan, mau makan, mau belanja, pakai OVO bayarnya. Karena ini sangat memudahkan buat pelanggan,” kata Albert.

Penulis: Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Editor: Erlangga Djumena

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: