31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Utang Luar Negeri Sudah Lampu Kuning, Ini Gambaran dan Dampaknya

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co 

Pemerintah dan sektor swasta diminta mewaspadai peningkatan utang luar negeri Indonesia. Hingga akhir Oktober lalu, total utang luar negeri mencapai US$ 360,5 miliar atau Rp 5.256 triliun (asumsi kurs rupiah 14.500 per dolar AS)–terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral, serta utang swasta. Sampai Oktober tahun ini, utang luar negeri tumbuh 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Posisi saat ini sudah lampu kuning,” ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, kepada Tempo, Rabu 19 Desember 2018.

Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardana, mengatakan total utang luar negeri pemerintah dan swasta yang jatuh tempo pada tahun depan sebesar US$ 54 miliar. Dari jumlah itu, US$ 26 miliar merupakan utang non-afiliasi. Artinya, utang ini harus dibayar atau di-roll over (diperbarui) dengan utang baru.

Utang yang jatuh tempo, kata Wisnu, jika tak diantisipasi akan membebani sektor finansial, khususnya neraca pembayaran. Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah ketepatan perhitungan pembayaran utang, karena berdampak terhadap likuiditas dan nilai tukar. “Apalagi saat ini neraca pembayaran masih tertekan akibat defisit neraca transaksi berjalan (CAD) yang melebar,” tuturnya.

foto

© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBK foto

%d blogger menyukai ini: