25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

7 Kawasan Tua Terindah di Indonesia yang Seru untuk Nostalgia Sejarah

Berita ini diterbitkan untuk kumparan.com

Jalan Malioboro Yogjakarta

© Disediakan oleh Kumparan Jalan Malioboro Yogjakarta

Sebelum berubah nama menjadi Indonesia, Nusantara memiliki ragam kisah menarik kaya sejarah. Mulai dari zaman kerajaan yang saling menaklukkan satu dengan yang lain hingga masa penjajahan yang dilakukan Belanda dan Jepang. 

Tidak hanya meninggalkan cerita, beragam peristiwa yang menjadi catatan sejarah Indonesia ini juga meninggalkan beragam kawasan tua penuh cerita. Di antara banyaknya kawasan tua yang indah di Indonesia, berikut kumparanTRAVEL hadirkan tujuh di antaranya yang sangat cocok untuk disambangi oleh kamu pecinta sejarah. 

Dijamin, bukan hanya untuk cuci mata atau menabung stok foto saja, tapi juga nostalgia tentang apa yang pernah terjadi di masa itu, di kawasan itu. Lantas, apa saja? Simak ulasannya berikut. 

1. Kota Tua di Jakarta

Suasana di Kali Besar kawasan Kota Tua, Jakarta Barat

© Disediakan oleh Kumparan Suasana di Kali Besar kawasan Kota Tua, Jakarta Barat

Siapa yang tak kenal Kota Tua? Salah satu destinasi wisata yang jadi ikon Kota Jakarta ini dulunya sebuah kawasan bisnis yang ramai dan penting. 

Lokasinya yang tidak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa, yang merupakan pusat penting perdagangan rempah yang digagas oleh Dutch East India Company milik Belanda berhasil membuat Kota Tua hidup dan berkembang dengan pesat. 

Kota Tua, Jakarta

© Disediakan oleh Kumparan Kota Tua, Jakarta

Lihat saja bangunan museum yang didirikan di kawasan Kota Tua, mulai dari Museum Seni Rupa dan Keramik yang dulunya bekas gedung Pengadilan Tinggi, Balai Kota yang sekarang dijadikan sebagai Museum Sejarah, hingga Museum Bank Indonesia yang dulunya peninggalan dari De Javasche Bank. 

Hingga saat ini, Kota Tua kerap dijadikan sebagai salah satu opsi destinasi wisata bagi masyarakat Jakarta maupun turis. Terutama karena banyak spot menarik khas bangunan kolonial yang bisa kamu gunakan untuk berswafoto di kawasan ini. 

2. Kota Lama di Semarang

Kota Lama

© Disediakan oleh Kumparan Kota Lama

Mendengar nama Semarang, kamu mungkin akan langsung mengasosiasikannya sebagai Lumpia. Tapi tahukah kamu, kalau di masa yang lalu, Semarang dijuluki sebagai ‘Little Amsterdam’?

Ya, selama tahun 1700-an, Ibu Kota Jawa Tengah itu dijadikan Belanda sebagai pusat perdagangan kolonial dan militer. Pemerintah dan penduduk Belanda yang memilih untuk tinggal di Semarang membangun beragam gedung untuk pemukiman, perkantoran, dan gereja dengan menggunakan nuansa khas Eropa. 

Gereja Blenduk, Semarang

© Disediakan oleh Kumparan Gereja Blenduk, Semarang

Lihat saja bangunan Lawang Sewu dan Gereja Blenduk yang didesain apik menggunakan batu bata yang elegan dan dihias fasad putih. Belum lagi langit-langit yang tinggi, pilar berukuran besar, kaca patri berwarna-warni, dan pintu kayu berukuran besar. 

3. Jalan Braga di Bandung

Gedung tua, proklamasi, Padang, buser, konten spesial

© Disediakan oleh Kumparan Gedung tua, proklamasi, Padang, buser, konten spesial

Pada masa kolonial, Bandung dikenal sebagai Parijs van Java. Julukan ini disematkan pada Bandung karena rumah-rumah berarsitektur indah dan selera masyarakatnya yang dijadikan sebagai kiblat mode. 

Salah satu kawasan tua penuh sejarah di Bandung adalah Jalan Braga. Dulu ketika masih berjaya, para pejabat Belanda menghiasi Jalan Braga dengan beragam bangunan khas kolonial yang membuat Braga tampak seperti sepotong Eropa di kawasan Jawa Barat. 

Tidak jauh dari Jalan Braga, kamu juga bisa menemukan Jalan Asia Afrika. Kawasan berisi kantor pemerintah dan museum yang hampir seluruhnya menempati bangunan kolonial peninggalan Belanda. 

4. Kediri, Jawa Timur

Simpang Lima Gumul ikon Kediri

© Disediakan oleh Kumparan Simpang Lima Gumul ikon Kediri

Berbeda dengan tiga kawasan sebelumnya yang bernuansa Eropa bekas peninggalan Belanda, Kediri lebih kental dengan kerajaan Hindu. Kota terbesar ketiga setelah Surabaya dan Malang itu dulunya merupakan ibu kota dari kawasan kerajaan Panjalu. 

Panjalu adalah salah satu kerajaan milik Airlangga, hasil dari mempersatukan kerajaan Dharmawangsa yang diberikan ke pada salah satu puteranya. Seiring waktu, Kediri berubah menjadi pusat perdagangan serta produksi gula dan rokok. 

Meski telah banyak bangunan yang dimodifikasi, kamu masih dapat melihat gereja merah yang ikonik di Kediri, lengkap dengan salinan Alkitab langka yang dibawa Belanda pada tahun 1867. Bagi kamu yang beragama Islam, sempatkan pula untuk beribadah di Masjid An Nur. 

Sebab masjid ternama dan kebanggan masyarakat Kediri ini pernah mendapat penghargaan sebagai juara pertama untuk kategori Perancangan Arsitektural Masjid yang diselenggarakan secara internasional pada tahun 1991 silam oleh Arab Saudi. 

5. Medan

Keindahan Istana Maimun

© Disediakan oleh Kumparan Keindahan Istana Maimun

Jadi kota terbesar di luar Pulau Jawa, Medan kaya dengan beragam peninggalan khas dari berbagai negara dan corak. Kota yang terkenal dengan duriannya itu memiiliki beragam bangunan kolonial tua yang sebagian besarnya berdiri di sekitar Jalan Ahmad Yani. 

Meski terhitung lebih baru dibandingkan dengan arsitektur di kota lainnya, karena bangunan di Medan didirikan sekitar akhir 1800-an dan awal 1900-an, Medan terbukti mampu menjaga dan melestarikan bangunan-bangunan itu. 

Bank Indonesia Medan

© Disediakan oleh Kumparan Bank Indonesia Medan

Sebut saja Masjid Agung dan Istana Maimun dari Kesultananan Deli yang apik. Ditambah lagi bangunan berupa balai kota, kantor pos, dan bank Indonesia yang menempati berbagai bangunan bekas administrasi kolonial.  

6. Palembang

Jembatan Ampera di malam hari

© Disediakan oleh Kumparan Jembatan Ampera di malam hari

Menjadi venue bagi perhelatan olahraga akbar Asian Games 2018, Palembang berhasil memperkenalkan dirinya sebagai destinasi wisata menarik yang wajib dikunjungi saat berada di Indonesia. 

Pasalnya ibu kota Sumatera Selatan dan juga jadi kota tertua di Indonesia itu dulunya termasuk ke dalam ruter perdagangan kuno antara Cina, India, dan Eropa. Sehingga wajar saja jika ada banyak landmark penting yang didirikan di sepanjang Sungai Musi dan Jembatan Ampera. 

Misalnya saja menara air pada masa pemerintahan Belanda yang saat ini digunakan masyarakat setempat sebagai Kantor Walikota. Belum lagi Danau Kambang Iwak yang menawan dengan rumah tua dan gereja bergaya Eropa di sekelilingnya.  

7. Malioboro, Yogyakarta

Pedestrian di Malioboro Yogyakarta

© Disediakan oleh Kumparan Pedestrian di Malioboro Yogyakarta

Kota Pelajar atau yang lebih dikenal sebagai Yogyakarta juga tak kalah menarik, terutama bagi kamu para pecinta sejarah. Pasalnya, di kawasan Malioboronya yang ikonik, kamu dapat menemukan banyak arsitektur menawan bekas peninggalan Belanda.

Malioboro.

© Disediakan oleh Kumparan Malioboro.

Selain di Malioboro, kawasan tengah kota Yogyakarta juga dihias peninggalan masa lampau yang menarik, seperti Benteng Vredeburg yang dibangun pada 1776 untuk memantau dan menahan serangan dari pihak luar. Setelah masa perang berakhir, Benteng Vredeburg kemudian dialihfungsikan menjadi museum bagi traveler yang haus akan informasi sejarah.(Bella Cynthia Ratnasari)

%d blogger menyukai ini: