27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cerita Burhanuddin yang Selamat Setelah Digulung Tsunami hingga 1 Km

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Korban bencana tsunami yang selamat, Burhanuddin.

© Disediakan oleh Kumparan Korban bencana tsunami yang selamat, Burhanuddin.

Burhadunuddin, pria 40 tahun tampak berdiri lesu menatap alat pertanian miliknya yang dihantam tsunami di Desa Sukaramai, Cidatu, Banten. Burhan, panggilan akrabnya, salah satu korban yang mengalami dahsyatnya gelombamg tsunami, Sabtu (22/12) malam.

Saat tsunami datang, Burhan sedang berada di dalam ruang penyimpanan alat pertanian sekitar pukul 20.00 WIB. Tiba-tiba gelombang tsunami menyeretnya bersama 2 rekannya, tanpa sempat menyelamatkan diri.

“Karena dinding ruangan ini terbuat dari seng, terdengar suara dentuman keras dari depan (bangunan berdindingkan seng). Kami panik, tapi air sudah masuk,” kata Burhan di Desa Sukaramai, Senin (24/12).

Burhan menyebut ketinggian gelombang tsunami sekitar 0,9 meter. Arus yang sangat deras menggulungnya menjauhi pesisir pantai hingga akhirnya dia terpental ke area persawahan. 

Korban bencana tsunami yang selamat, Burhanuddin.

© Disediakan oleh Kumparan Korban bencana tsunami yang selamat, Burhanuddin.

Selama terseret gelombang taunami, Burhan terpaksa menelan air laut, dan beberapa kali tubuhnya berbenturan dengan mesin pertanian dan balok kayu. Burhan pun mengalami luka di bagian wajah, tangan, betis, dan punggung. 

“Saya digulung, dahsyat sekali. Rasanya seperti digulung ombak yang arusnya sangat deras. Saya terpental 1 kilometer sampai ke ujung persawahan,” lanjut dia.

Villa Stephanies di jalan Raya Carita, Labuan km 12,Pandeglang, tsunami, Banten, Anyer

© Disediakan oleh Kumparan Villa Stephanies di jalan Raya Carita, Labuan km 12,Pandeglang, tsunami, Banten, Anyer

Sekitar pukul 11.00 WIB, Burhan tersadar dan mencoba bangkit dari lumpur persawahan. Burhan mencari ketiga rekannya yang ikut terseret. Beberapa saat kemudian, ada teman Burhan yang berteriak minta tolong karena mengalami patah kaki.

“Ada yang berteriak, tolong, karena saya masih punya tenaga, saya coba menolong,” ucap Burhan. 

Kondisi, Jalan Raya Carita, Labuan km 12,Pandeglang, Banten setelah di hantam tsunami. tsunami, Banten, Anyer

© Disediakan oleh Kumparan Kondisi, Jalan Raya Carita, Labuan km 12,Pandeglang, Banten setelah di hantam tsunami. tsunami, Banten, Anyer

Menurut Burhan, bantuan dari warga dan Kepolisian baru tiba sekitar pukul 11.50 WIB. Mereka akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat di lokasi. Burhan mengaku mengalami kerugian materi karena 6 peralatan pertanian dan 1 mesin pengolah padi ikut terseret tsunami. “Tapi Alhamdulillah, Allah masih menolong saya,” tuturnya.(Yudhistira Amran Saleh)

%d blogger menyukai ini: