26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

BI Minta Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu di Musim Liburan

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

uang pecahan kecil, rupaih

© Disediakan oleh Kumparan uang pecahan kecil, rupaih

Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio jumlah uang palsu yang beredar saat ini meningkat dibandingkan akhir tahun lalu. Masyarakat pun diminta untuk semakin teliti ketika menerima uang nominal besar.

Menurut Direktur Departemen Pengelolaan Keuangan BI, Luctor Tapiheru, saat ini dari 1 juta lembar uang yang beredar, terdapat 11 lembar uang palsu. Akhir tahun lalu dari 1 juta lembar uang, hanya 8 lembar yang palsu.

“Sampai sekarang ya, dari temuan itu ada 11 lembar (uang palsu) per 1 juta lembar uang yang diedarkan,” ucapnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (21/12).

Meski demikian, menurut dia uang palsu yang sampai ke tangan masyarakat semakin sedikit. Sebab rasio uang palsu itu menghitung jumlah uang yang diamankan dari pengedar sebelum sampai ke masyarakat.

“Ini ada yang dari temuan dari kepolisian, hasil penyidikan. Ini temuan yang baik, teman-teman kepolisian bisa mengejar para pelaku sebelum ada penyebaran di masyarakat,” kata Luctor.

Pengungkapan Jaringan Uang Palsu.

© Disediakan oleh Kumparan Pengungkapan Jaringan Uang Palsu.

Dia pun meminta kepada masyarakat pada libur Natal dan tahun baru ini agar lebih waspada terhadap uang yang diterimanya. Sebab pada musim libur, biasanya pengedar uang palsu memanfaatkan kesempatan itu untuk beraksi.

Luctor menjelaskan untuk menekan jumlah peredaran uang palsu, pihaknya terus melakukan tindakan preventif. Misalnya seperti kegiatan sosialisasi di masyarakat, hingga mempercanggih alat pendeteksi uang palsu.

“Kewaspadaan masyarakat juga dibutuhkan ya. Apalagi musim libur, mereka biasanya menyelipkan uang palsu di antara uang-uang yang asli, jadi harus teliti,” ujarnya.(Wendiyanto Saputro)

%d blogger menyukai ini: