31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kominfo: Tak Ada Gangguan Jaringan di Banten dan Lampung Pasca Tsunami

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Kemkominfo

© Disediakan oleh Kumparan Kemkominfo

Sejumlah daerah pesisir Banten dan Lampung Selatan diterjang tsunami pada Sabtu (22/12) malam sekitar pukul 21.27 WIB. Bencana ini disebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan seluler.

Menurut Plt Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, pihaknya memantau layanan telekomunikasi di wilayah terdampak tsunami masih berjalan normal hingga Minggu (23/12) pagi pukul 07.00 WIB. Meski begitu, ada beberapa Base Transceiver Station (BTS) yang tak berfungsi normal karena padamnya listrik di sejumlah wilayah Banten dan Lampung Selatan.

“Saat ini operator telekomunikasi tengah melakukan pemulihan pasokan catu daya listrik dengan mobile backup power. Tim lapangan tengah standby dan menuju lokasi BTS untuk menyiapkan genset atau melakukan penggantian baterei sebagai catu daya BTS di kawasan yang mengalami pemadaman listrik,” kata pria yang akrab disapa Nando itu dalam pernyataan resmi, Sabtu (22/12).

Kondisi, Jalan Raya Carita, Labuan km 12,Pandeglang, Banten setelah di hantam tsunami. tsunami, Banten, Anyer

© Disediakan oleh Kumparan Kondisi, Jalan Raya Carita, Labuan km 12,Pandeglang, Banten setelah di hantam tsunami. tsunami, Banten, Anyer

Pernyataan Kominfo ini didukung oleh tiga operator seluler terbesar di Indonesia, yakni Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo. Ketiga perusahaan telah memastikan jaringan telekomunikasinya dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan pasca tsunami Selat Sunda.

“Upaya Pemasangan Genset pada BTS yang padam listriknya sedang dilakukan agar layanan Komunikasi kembali pulih,” terang Manager Corporate Communication Telkomsel Area Jabotabek Jabar, Aldin Hasyim.

Sementara Indosat Ooredoo mengaku masih bisa melayani masyarakat di wilayah terdampak dan sudah menyiapkan tim teknis jaringan untuk memantau situasi di lapangan. Kemudian XL Axiata juga mengatakan layanannya masih normal dan menerjunkan tim internalnya untuk memastikan jaringan tetap berjalan.

“Tidak terdampak dengan adanya kejadian tersebut. Tim kami di lapangan juga akan terus memastikan semua layanan berjalan normal. Dan tak lupa kami turut berduka & prihatin atas bencana yang terjadi,” kata Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih.

XL Axiata

© Disediakan oleh Kumparan XL Axiata

Adapun kondisi jaringan Telkom di STO Kalianda, STO Ciwanda, STO Pasauran, dan STO Labuhan juga dalam kondisi aman. Semua itu masih bisa beroperasi melayani masyarakat.

“Melalui kesempatan ini, Kementerian Kominfo menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda,” tambah Nando.

Selain itu, Kominfo juga mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan informasi palsu atau hoaks yang meresahkan masyarakat soal bencana ini. Bagi pembuat dan penyebar hoaks bisa dikenakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang dapat dipidana penjara 4-6 tahun dan dengan denda maksimal Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar.

Tsunami di Selat Sunda

Pada Sabtu (22/12) malam sekitar pukul 21.15 WIB, air laut tiba-tiba naik menerjang sejumlah daerah di pesisir Selat Sunda yang meliputi wilayah Banten dan Lampung. 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan, gelombang pasang air laut dan tsunami yang terjadi di Pantai Anyer, Serang, Banten, memiliki ketinggian 0,9 meter. Tsunami itu tidak dipicu oleh gempa bumi.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono

© Disediakan oleh Kumparan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hingga pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas mencapai 168 orang, dengan 756 orang menderita luka-luka dan 30 orang lainnya dinyatakan hilang. Korban terbanyak ada di Kabupaten Pandeglang, lalu ada di Lampung Selatan dan Kabupaten Serang.

Tim gabungan masih terus berupaya mengevakuasi korban tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung.(Bianda Ludwianto)

%d blogger menyukai ini: