21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kapolri Tinjau Lokasi Tsunami Banten dan Lampung

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

© Disediakan oleh Kumparan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian meninjau lokasi terdampak tsunami di Banten dan Lampung. Ia didampingi Kadiv Humas Polri Brigjen Pol. M. Iqbal dan Kakor Brimob Irjen Pol. Rudy Sufahriadi berangkat dengan menggunakan helikopter polisi udara P-3101 dari Polda Metro Jaya, Minggu (23/12) sekitar pukul 12.35 WIB.

“Hari ini saya sengaja ingin melihat langsung ke lokasi. Melihat dampak kerusakan yang ada di situ dan apa saja yang perlu dikoordinasikan di sana,” kata Tito sebelum meninggalkan Polda Metro Jaya, Minggu (23/12).

Tito mengatakan, anggotanya dari Polda Banten dan Polda Lampung telah bergerak ke lokasi untuk membantu evakuasi korban. Selain itu, Polri juga menerjunkan satu kompi Brimob untuk mempercepat proses evakuasi.

“Kalau nanti diperlukan juga Brimob dengan kemampuan SAR kita juga akan lihat nanti di Lampung kalau diperlukan. Tapi sementara Kapolda mengatakan cukup,” kata Tito.

Pemulihan kelistrikan pasca tsunami di Anyer

© Disediakan oleh Kumparan Pemulihan kelistrikan pasca tsunami di Anyer

Selain menambah personel Brimob, Tito juga telah memerintahkan Polairud untuk mengirimkan kapal dan heli ke lokasi bencana. Kedua kendaraan tersebut dapat mempercepat proses evakuasi.

Terkait peristiwa bencana alam yang terjadi, Tito menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia yakin dengan kerjasama pemerintah , masyarakat Banten dan Lampung bisa segera bangkit.

“Kita punya daya tahan yang kuat terhadap bencana alam seperti di Lombok dan Sulteng cepat kita recovery,” tutup Tito.

Data BNPB hingga pukul 10.00 WIB ada 62 orang meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda. Selain itu 584 orang mengalami lika-luka dan 20 orang dinyatakan hilang.

Sementara untuk kerusakan materil, BNPB melaporkan 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.(Marissa Krestianti)

%d blogger menyukai ini: