22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jalan Raya Carita-Cilegon Tertutup Puing Pasca Tsunami Anyer

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Kondisi pesisir Pantai Anyer, Banten

© Disediakan oleh Kumparan Kondisi pesisir Pantai Anyer, Banten

Tsunami yang menerjang Pantai Anyer, Serang, Banten, membuat sejumlah bangunan rusak. Gelombang air tersebut menyapu rumah-rumah dan benda yang berada di sekitar pesisir pantai hingga menuju ke daratan.

Bahkan, saat ini, berdasarkan pantauan di lokasi, jalan Raya Carita, Anyer menuju Cilegon tidak bisa dilalui lantaran terhalang banyaknya puing-puing yang berserakan di jalan. 

“Jalan Raya Carita-Anyer menuju Cilegon enggak bisa dilalui karena saat ini jalan ketutup oleh puing-puing dan warung yang terseret sampai jalan,” ujar Arifin Asydhad, salah satu wartawan kumparan di lokasi, Minggu (23/12).

“Belum ada tim atau petugas yang membersihkan jalan raya,” imbuhnya.

Sebelumnya, masyarakat sempat dibuat panik karena terjangan tsunami di Pantai Anyer, Banten, datang melanda secara tiba-tiba. Masyarakat akhirnya memilih untuk mengevakuasi diri dengan menjauhi area pantai dan menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Kejadian bermula, sekitar pukul 21.15 WIB, tiba-tiba air laut di kawasan Pantai Anyer naik, sejumlah bangunan hotel roboh, masyarakat yang berada di sekitar lokasi langsung melarikan diri ke tempat yang lebih aman.

Kondisi Pantai Anyer, Banten, sebelum gelombang tinggi.

© Disediakan oleh Kumparan Kondisi Pantai Anyer, Banten, sebelum gelombang tinggi.

Akibat peristiwa tersebut menelan korban jiwa dan luka-luka dari sebagian masyarakat. Tak hanya itu, sejumlah bangunan rumah rusak akibat terjangan tsunami di Pantai Anyer, Serang, Banten dan Lampung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gelombang tinggi yang menerjang juga menyebabkan kerusakan bangunan. Tercatat ada 30 rumah yang rusak akibat diterjang gelombang tinggi.

“Lebih dari 30 unit rumah rusak berat,” kata Sutopo dalam keterangannya, Minggu (23/12) dini hari.(Ferio Pristiawan)

%d blogger menyukai ini: