28 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

BNPB: Korban Tsunami Selat Sunda, 20 Orang Tewas dan 165 Orang Luka

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Sutopo Purwo Nugroho, BNPB

© Disediakan oleh Kumparan Sutopo Purwo Nugroho, BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru akibat tsunami di Selat Sunda. Bencana yang terjadi karena anak Gunung Krakatau ini menimbulkan kerusakan di Pandeglang, Lampung Selatan, dan Serang. Korban jiwa juga berjatuhan.

“Data sementara hingga pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Minggu (23/12).

Sutopo menjelaskan dari 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka dan 2 orang hilang terdapat di 3 wilayah yaitu di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan dan Serang. 

“Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur. Data sementara tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita,” urai dia.

“Di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka dan 2 orang hilang. Daerah yang terdampak di Kecamatan Cinangka,” bebernya lagi.

Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan,” tutup dia.(Indra Subagja)

%d blogger menyukai ini: