26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Polri: 40 Orang Meninggal Dunia Akibat Tsunami Anyer

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo

© Disediakan oleh Kumparan Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo

Imbas gelombang tsunami yang menerjang Pantai Anyer, Banten, menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan perkembangan terakhir sampai dengan pukul 06.00 WIB tercatat korban jiwa mencapai 40 orang.

Tsunami ini menurut BMKG disebabkan erupsi Anak Gunung Krakatau, ditambah fenomena gelombang tinggi. Tsunami menghantam kawasan Banten dan Lampung.

“Perkembangan terakhir sampai dengan pukul 06.00 WIB, meninggal dunia 40 orang, luka berat 264, luka ringan 49, yang lain masih didata,” kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (23/12).

Kondisi pesisir Pantai Anyer, Banten

© Disediakan oleh Kumparan Kondisi pesisir Pantai Anyer, Banten

Saat ini petugas di lapangan tengah berusaha membantu evakuasi para korban tsunami. Dedi mengatakan, kepolisian setempat juga mengerahkan alat-alat berat dan mengerahkan pasukan. Ia menjelaskan, kondisi pasca tsunami saat ini dalam kondisi semrawut, jalan-jalan dipenuhi tumpukan sampah kotoran kayu.

Tak hanya itu, hujan deras juga sedang mengguyur kawasan sekitar pantai.

“Mengerahkan alat berat yang sudah di lokasi Labuan terdekat dengan lokasi musibah 5 exavator dan 5 loader. Brimob 1 kompi dan 1 kompi Sabhara sudah di lokasi masing-masing lokasi karena jalan putus,” tuturnya.(Ferio Pristiawan)

%d blogger menyukai ini: