31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Beri Pesan ke Rusia, Inggris Kirim Kapal Perang ke Ukraina

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaKapal perang Inggris HMS Echo bersandar di Pelabuhan Odessa, Ukraina, pada Jumat (21/12/2018).Reuters via BBC

Inggris menyatakan telah mengirim kapal perang ke Ukraina sebagai pesan kepada Rusia pasca-insiden di Selat Kerch November lalu.

Kapal HMS Echo telah bersandar di Pelabuhan Odessa sejak diberangkatkan pada awal Desember ini, demikian laporan BBC Sabtu (22/12/2018).

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson yang mengunjungi kapal tersebut berkata keberadaan HMS Echo merupakan bentuk dukungan London kepada Ukraina terhadap agresi Rusia.

“Keberadaan Inggris yang berkesinambungan bakal dilanjutkan dengan pengerahan kapal perang yang lain,” tutur Williamson pada Jumat (21/12/2018).

Menhan berusia 42 tahun itu menuturkan keberadaan HMS Echo memberikan pesan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa solidaritas Inggris terhadap Ukraina tetap terjaga.

“Yang ingin kami sampaikan kepada Presiden Putin adalah dia tak bisa terus melanjutkan bertindak yang melanggar peraturan internasiobal,” tegas Williamson.

Moskwa merespon dengan menyebut kapal yang dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang laut itu sebagai kapal pengintai.

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia terjadi setelah tiga kapal perang Ukraina diserang dan ditawan di Selat Kerch, dekat Semenanjung Korea, pada 25 November.

Ke-24 pelaut dua kapal artileri ringan dan satu kapal tongkang itu ditangkap dengan tuduhan telah melanggar perairan Rusia.

Crimea sebelumnya merupakan bagian dari Ukraina. Namun pada 2014, wilayah tersebut jatuh ke pangkuan Negeri “Beruang Merah”.

Kiev merespon penyanderaan tiga kapal perang itu dengan mendeklarasikan darurat militer selama 30 hari di 10 titik perbatasan dengan Rusia.

Organisasi Traktat Atlantik Utara (NATO) meningkatkan jumlah patroli di sekitar Laut Hitam sejak insiden tersebut mencuat.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: BBC

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: