25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kasus Jamal Khashoggi Terbongkar, Arab Saudi Rombak Intelijen

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co 

Pada 20 Desember kemarin, Arab Saudi membentuk tiga badan pemerintahan baru untuk meningkatkan kemampuan intelijen setelah kasus Jamal Khashoggi terungkap ke media dunia.

Raja Salman, menurut laporan media Turki Hurriyet Daily News, yang dikutip Tempo pada 22 Desember 2018, memerintahkan perombakan badan intelijen setelah Khashoggi dibunuh oleh regu intelijen di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Dilaporkan ada tiga departemen pemerintahan yang baru yakni, strategi dan pengembangan; urusan legal dan hukum; serta evaluasi operasional dan internal. Ketiganya dimaksudkan untuk menyesuaikan kebijakan keamanan nasional, hukum internasinal dan regulasi HAM.

Tiga departemen ini dibentuk oleh komite yang diketuai oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang menjabat sebagai menteri pertahanan kerajaan.

© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBKJamal Khashoggi. Middle East Monitor/Handout via REUTERS

Skandal Jamal Khashoggi terbongkar ke publik setelah media Turki dan pemerintahannya secara berangsur membeberkan berita pembunuhan Jamal Khashoggi.

Awalnya Arab Saudi mengklaim Khashogi keluar konsulat tidak lama setelah masuk, namun meralat Khashoggi tewas dalam perkelahian hingga diklarifikasi bahwa Khashoggi tewas oleh agen intelijen yang ditugaskan untuk membawa pulang dirinya. Namun Arab Saudi menyampaikan klaim terakhirnya dengan menyebut pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan.

Namun ororitas Saudi membantah Putra Mahkota terlibat dalam pembunuha dan mengatakan pembunuhan dilakukan oleh pihak internal tak bertanggungjawab tanpa sepengetahuannya.

Pekan lalu, Senat AS menyalahkan Mohammed bin Salman atas pembunuhan Jamal Khashoggi setelah badan intelijen AS CIA menyampaikan hasil penyelidikan internalnya, yang berujung pada resolusi senat untuk mengakhiri dukungan AS terhadap Arab Saudi dalam perang Yaman.

%d blogger menyukai ini: