23 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

5 Serangan Siber Terbesar Sepanjang Sejarah

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co 

Serangan siber banyak terjadi baik dari jenis paling biasa hingga tercanggih dengan dampak kerugian bagi para korbannya. Dalam kasus terburuk yang pernah terjadi, misalnya , korban mendapatkan ancaman pembayaran tebusan di layar. Kebanyakan cara kerja hacker senyap dalam pencurian data.

Kebanyakan orang masih belum mengetahui seberapa besar bahaya yang ditimbulkan dari serangan siber. Berikut adalah lima serangan siber paling spektakuler yang terjadi sepanjang sejarah, seperti dilansir Kaspersky Lab:

1. WannaCry

© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBKIlustrasi malwar WannaCy. altcoinbuzz.io

Serangan WannaCry membuat ransomware dan malware dikenal oleh semua orang. Dalam empat hari, penyebaran WannaCry membuat lumpuh lebih dari 200 ribu komputer di 150 negara. Terjadi di beberapa rumah sakit, WannaCry mengenkripsi keseluruhan perangkat, termasuk peralatan medis. Bahkan beberapa pabrik terpaksa menghentikan kegiatan produksi.

2. NotPetya/ExPetr

© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBKIlustrasi malware NotPetya. gizmodo.com

Ada pendapat yang mengatakan bahwa serangan yang paling merugikan bukanlah WannaCry, melainkan malware pengenkripsi lainnya (secara teknis adalah penghapus namun tidak mengubah dasarnya) yang disebut ExPetr. Malware ini dikenal sebagai NotPetya. Prinsip operasinya sama, menggunakan EternalBlue dan EtrernalRomance yang mengeksploitasi worm yang bergerak di Web.

Meskipun lebih kecil dalam hal jumlah mesin yang terinfeksi, Notpetya menjadi epidemi malware yang ‘lebih mahal’ karena menargetkan sektor bisnis dengan perkiraan kerugian mencapai 10 miliar dolar. Sedangkan WannaCry, menghasilkan kerugian pada kisaran 4 sampai US$ 8 miliar.

3. DarkHotel

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO fotoIlustrasi hacker. (e-propethic.com)

Bukan rahasia lagi bahwa jaringan Wi-Fi publik di kafe atau bandara bukanlah yang paling aman. Masih banyak yang percaya bahwa Wi-Fi hotel masih jauh lebih aman, karena walaupun jaringan hotel masih bersifat publik, setidaknya diperlukan otorisasi untuk mengaksesnya.

Kesalahpahaman semacam itu telah merugikan banyak karyawan perusahaan berangking dan berposisi tinggi. Saat terhubung ke jaringan hotel, mereka diminta untuk menginstal pembaruan yang terlihat sah pada perangkat lunak yang popular.

Selanjutnya, perangkat akan langsung terinfeksi dengan spyware DarkHotel, yang secara khusus dilakukan penyerang ke jaringan beberapa hari sebelum kedatangan pengguna, dan dihapus beberapa hari setelahnya. Spyware tersembunyi tersebut mencatat keystroke dan memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan phishing yang ditargetkan.

4. Stuxnet

© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBKIlustrasi malware Stuxnet. medium.com

Malware ini mungkin paling terkenal dengan serangan yang kompleks dan multifaset. Sebab, malware ini menonaktifkan sentrifugal pengayaan uranium di Iran, memperlambat program nuklir di negara tersebut selama beberapa tahun. Stuxnet adalah yang paling pertama dibicarakan terkait penggunaan senjata siber terhadap sistem industri.

Pada saat itu, tidak ada yang bisa menandingi Stuxnet untuk kerumitan atau kelihaiannya yang dapat menyebarkan worm secara sembunyi melalui perangkat USB. Bahkan menembus komputer yang tidak terhubung ke Internet atau jaringan lokal (LAN).

5. Mirai

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO fotoHacked. britecomputers.com

Keberadaan Botnet sudah terpantau sejak lama, tapi kemunculan Internet of Things (IoT) memberikan kehidupan baru bagi Botnet. Perangkat-perangkat yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan keamanannya dan belum terpasang antivirus tiba-tiba mulai terinfeksi dalam skala besar.

Perangkat tersebut kemudian melacak perangkat lainnya dari jenis yang sama dan segera menyebarkan penularan. Armada zombie ini dibangun di atas sebuah malware yang dinamai Mirai (diterjemahkan dari bahasa Jepang sebagai ‘masa depan’), yang terus tumbuh penyebarannya sembari menunggu instruksi.

Layanan seperti PayPal, Twitter, Netflix, Spotify, layanan online PlayStation, dan banyak lainnya di Amerika Serikat terkena dampaknya. Fenomena ini akhirnya membangunkan kesadaran semua orang akan keamanan siber. Serangan Mirai dimulai dengan serangan pada jutaan perangkat pintar kecil (seperti kamera web dan mesin cuci) dan pada akhirnya dikenal sebagai ‘The Fall of the Internet’.

%d blogger menyukai ini: