25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jokowi: Indonesia Sekarang Kekurangan Cokelat…

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaPresiden Joko Widodo menyampaikan sambutan ketika menghadiri Jambore Desa Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018 di Wisma Negara Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/12/2018). Presiden berpesan untuk menggunakan dana desa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan serta digunakan untuk pemberdayaan ekonomi desa. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye.WAHYU PUTRO A

Presiden RI Joko Widodo menuturkan bahwa secara umum, Indonesia mengalami penurunan produksi cokelat.

“Bukan hanya di Sulawesi Selatan, tetapi di Indonesia. Kita sekarang kekurangan cokelat. Pabriknya banyak, tapi yang menanam cokelat tidak banyak sehingga cokelat kita impor dari luar, tidak benar seperti ini. Kita bisa menanam coklat, kenapa impor terus untuk apa,” katanya dalam pidatonya di acara Jambore Desa yang digelar di Wisma Negara di lahan reklamasi Pantai Losari, Makassar, Sabtu (22/12/2018). 

Jokowi pun mengajak sekitar 6.000 kepala desa dan pendamping desa yang hadir untuk mulai berpikir inovatif dan kreatif dalam penggunaan dana desa agar bisa dipergunakan untuk pemberdayaan ekonomi desa.

“Dana desa bisa digunakan pemberdayaan desa. Mulailah berpikir kreatif dan inovatif. Hal seperti ini harus menjadi pertahatian pemerintah desa dan tahu apa permintaan pasar, tahu apa permintaan pabrik, tahu apa permintaan industri sehingga arahnya dana desa menjadi jelas, produktif dan bisa mendatangkan penghasilan bagi masyarakat desa,” tuturnya.

Sementara itu, di hadapan Presiden Jokowi, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengungkapkan bahwa produksi cokelat di provinsi itu menurun hingga 70 persen. Penurunkan produksi cokelat di Sulsel terjadi tiap tahun sejak puluhan tahun lalu.

“Saya sampaikan kepada Presiden bahwa sudah puluhan tahun produksi cokelat di Sulsel terus menurun. Produksi cokelat kita menurun kurang lebih 50 sampai 70 persen,” kata Nurdin.

Dengan permasalahan penurunan produksi cokelat itu, Nurdin yang baru menjabat sekitar 4 bulan ini mengaku sedang menggagas program bersama Kementerian Pertanian.  Pemerintah Provinsi bersama Kementerian Pertanian, lanjut dia, bertekad mengembalikan kejayaan produksi cokelat di Sulsel.

Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto

Editor: Caroline Damanik

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: