22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ragam Inovasi Material Bangunan 2018

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Peneliti dan desainer banyak bereksperimen dengan bahan-bahan yang tak biasa sepanjang tahun 2018.

Sepanjang tahun ini, terdapat beberapa inovasi yang dilakukan, khususnya dalam pembuatan material bahan bangunan, seperti

Graphene

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaGraphene, bahan karbon atom-tebal, bertindak sebagai superkonduktor ketika dua lembar dilapisi pada sudut tertentu. Kredit: Desain Laguna / Gettygraphene/ gettyimages

Sekelompok ilmuwan dari University of Exeter menciptakan beton baru dengan mencampurkan bahan graphene.

Graphene atau grafena merupakan material semi-logam terkuat yang pernah diuji coba. Material ini sangat efisien dalam mengalirkan panas dan listrik.

Material itu diklaim lebih kuat, ramah lingungan, dan lebih tahan lama dibandingkan beton biasa.

Campuran beton ini dibuat menggunakan teknologi nano, menjadikannya dua kali lebih kuat, dan empat kali lebih tahan terhadap air.

Bata dari urin manusia

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaBatu bata dari urine manusia

Tahun ini, para peneliti juga telah menemukan inovasi material lain yang dianggap ramah lingkungan. Batu bata yang terbuat dari air kencing manusia tersebut merupakan inovai yang dibuat oleh para peneliti dari Binghamton University, New York.

Bata ini dibuat dengan mencampurkan pasir dan bakteri yang menghasilkan urase. Urase sendiri merupakan enzim yang memecah urea dalam urin, yang pada saat bersamaan menghasilkan kalsium karbonat.

Campuran ini kemudian menghasilkan batu bata yang sama dengan batu kapur. Perbedaanya ada pada kekuatan.

Kekuatan bata dari urin ini dapat diatur dari seberala lama bakteri di dalamnya dibiarkan tumbuh. Semakin lama bakteri di dalam bata dibiarkan tumbuh, maka semakin kuat material tersebut.

Semen dengan campuran wortel

Peneliti dari Lancaster Unversity, Inggris menggunakan nanopartikel yang diekstrasi dari wortel dan akar sayuran ke dalam semen. Campuran semen dan wortel ini diklaim dapat meningkatkan kekuatan beton.

Selain itu, penggunaan campuran ini juga dianggap dapat mengurangi konsumsi energi dan karbon dioksida yang dikeluarkan.

Balok bangunan dari material sisa

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaGreen Cake merupakan balok bangunan yang terbuat dari bahan sisa. inhabitat.com 

Seorang perempuan asal Gaza, Palestina, Majd Mashharawi berhasil membuat balok bangunan dari material yang mudah dijumpai. Ide untuk membuat inovasi ini datang setelah rumahnya hancur akibat perang.

Balok bangunan yang disebut Green Cake tersebut terbuat dari campuran sedikit semen impor, puing bangunan, dan abu.

Balok beton ini juga lebih ringan dibanding balok biasa. Kini Green Cake telah diproduksi secara massal di Gaza. Sebuah pabrik rumahan mengerjakan semua pembuatan balok.

Penulis: Rosiana Haryanti

Editor: Hilda B Alexander

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: