27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Harga minyak dunia jatuh ke tingkat terdalam dalam 17 bulan, pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan terjadi lantaran adanya kekhawatiran atas pelambatan pasar terjebak dalam kelebihan pasokan dan kian melemahnya permintaan, setelah pasar saham mendapat pukulan keras.

Mengutip Antara, Jumat, 21 Desember 2018, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Januari turun USD1,32 menjadi menetap di USD45,88 per barel di New York Mercantile Exchange. Patokan global minyak mentah Brent, untuk pengiriman Februari jatuh USD2,89 menjadi ditutup pada USD54,35 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baik minyak mentah AS maupun Brent berjangka telah menghapus lebih dari 35 persen keuntungan dari tertinggi mereka pada Oktober, tertekan oleh aksi jual yang tajam di pasar saham karena investor terus bereaksi terhadap kenaikan suku bunga keempat the Fed tahun ini.

Harga minyak dunia jatuh ke tingkat terdalam dalam 17 bulan, pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB).

© ABD Harga Minyak Dunia Jatuh

Biaya pinjaman yang lebih tinggi sebesar seperempat poin memicu kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi yang melambat. Ditambah lagi, kekhawatiran tentang kemungkinan penutupan Pemerintah AS, juga memperburuk kerugian dalam ekuitas, dengan Dow Jones Industrial Average jatuh sekitar 500 poin dan penutupan Nasdaq di dekat bear market.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para pemimpin Republik di DPR dalam pertemuan darurat, bahwa dia tidak akan menandatangani RUU pendanaan sementara untuk mempertahankan pemerintah terus operasi dan akan terus meminta uang untuk pembangunan dinding di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Namun jalan the Fed yang lebih lambat untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut pada 2019, yang mengisyaratkan mendekati akhir dari siklus pengetatan, telah memberikan sedikit dukungan terhadap ekspektasi para investor.

Stok minyak mentah AS yang menyusut dan kesepakatan pemotongan produksi 1,2 juta barel per hari yang dicapai OPEC dan sekutu-sekutunya, telah memainkan peran terbatas dalam membalikkan kejatuhan harga, karena butuh waktu bagi investor untuk mengamati bagaimana sisi penawaran dan permintaan akan berkembang.(ABD)

%d blogger menyukai ini: