27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

OJK: Untuk Muamalat, kita perlu hati-hati

Berita ini diberdayakan untuk kontan.co.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, pihaknya terus memantau permodalan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Setelah sempat melakukan rights issue pada bulan Oktober 2018 lalu sebesar Rp 2 triliun, kini OJK tengah mencermati niat dan kesanggupan investor Muamalat untuk memenuhi beberapa syarat OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkap beberapa syarat yang patut dipenuhi antara lain mengenai komitmen jangka panjang dari investor.

“Muamalat kita perlu hati-hati, supaya bank ini punya permodalan yang kuat dan caranya pun harus kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/12).

OJK juga menyebut bahwa sebenarnya yang investor yang ingin masuk ke Muamalat cukup banyak, hanya saja pihaknya memang lebih cermat dan selektif dalam memberikan izin.

Alasannya, OJK ingin agar Bank Muamalat sebagai pioner perbankan syariah di Tanah Air memiliki kemampuan untuk tumbuh yang sama besar dengan bank konvensional.

“Kita ingin investor yang betul-betul bisa membawa bank (Muamalat) bersaing dengan konvensional, tidak sekadar ingin masuk,” tegasnya.

OJK: Untuk Muamalat, kita perlu hati-hati

© Baihaki OJK: Untuk Muamalat, kita perlu hati-hati

Menurut Heru, ada beberapa calon investor yang sudah menunjukkan niat untuk masuk ke Muamalat. Tak hanya dari lokal, investor tersebut juga berasal dari pihak asing.

Malah, disebut-sebut sang pemilik Muamalat yang lama dikabarkan ingin masuk kembali. “Banyak yang mau, ada yang dari luar ada lokal. Bahkan pemilik lama juga ingin masuk lagi ke sana,” terangnya.(Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang)

%d blogger menyukai ini: