30 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pria China Dituduh Racuni Teman Sekamarnya secara Perlahan-lahan

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaPemuda asal China, Yukai Yang, dituduh meracuni teman sekamarnya memakai zat thallium.SCMP / NORTHAMPTON COUNTY DISTRICT ATTORNEY

Seorang pemuda asal China, mantan mahasiswa sebuah kampus swasta di Pennsylvania dituduh mencoba membunuh teman sekamarnya menggunakan racun secara perlahan-lahan.

Yukai Yang, yang berusia 22 tahun, adalah mantan mahasiswa jurusan kimia di Universitas Lehigh, Bethlehem, Pennsylvania.

Dia dituduh membuat teman sekamarnya di asrama kampus menjadi sakit dengan mencampurkan zat thallium dan kemungkinan bahan kimia lainnya ke dalam makanan dan minuman milik temannya.

Aksi itu diyakini dilakukan Yang selama beberapa bulan selama musim semi tahun lalu. Demikian disampaikan jaksa penuntut dalam persidangan.

Akibat perbuatannya, Yang akan didakwa dengan tindak kejahatan percobaan pembunuhan, penyerangan yang memberatkan, serta pelanggaran lainnya. Jaksa Distrik Northampton County, John Morganelli menyebut tuduhan itu sebagai aneh dan tak biasa.

Zat thallium tidak memiliki rasa maupun bau dan berbahaya bagi tubuh manusia. Zat itu merupakan logam lunak yang digunakan secara internasional dalam perusahaan elektronik dan industri lainnya.

Zat ini pernah digunakan sebagai bahan pembuatan racun tikus di AS, tetapi telah dilarang sejak tahun 1970-an.

Teman sekamar Yang, Juwan Royal, mengalami gejala mulai dari pusing, gemetar, dan muntah yang semakin buruk dari waktu ke waktu. Hasil pemeriksaan positif menemukan adanya thallium di dalam darahnya.

Royal yang merupakan orang kulit hitam, kini telah lulus disebut terus menderita akibat gejala-gejala yang dialaminya. Demikian kata pihak berwenang dilansir SCMP.

Yang sebelumnya telah dituduh melakukan intimidasi etnis karena tindakannya membuat sebuah mural rasis di kamar asrama mereka.

Royal dan Yang sempat menjadi teman sekamar selama beberapa tahun di Universitas Lehigh, Bethlehem sekitar 128 kilometer sebelah barat New York.

Yang, seorang siswa internasional dari China, sudah tidak terdaftar di kampus tersebut dan visa mahasiswanya juga telah dicabut.

Sementara menurut Morganelli, Royal percaya bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan Yang dan tidak menyangka bahwa gejala kesehatan yang dialaminya akibat perbuatan Yang.

Editor: Agni Vidya Perdana

Sumber: SCMP

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: