25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kementerian Agama Resmi Kelola RS Haji Jakarta

Berita ini diberdayakan untuk republika.co.id

Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta kini telah resmi menjadi tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag). RS yang terletak di Pondok Gede Jakarta Timur ini sebelumnya berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Bersamaan dengan itu Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, menyatakan RS Haji Jakarta akan dijadikan sebagai role model atau contoh pelayanan kesehatan jamaah haji dan umrah Indonesia.

“Nantinya RS Haji akan menjadi rujukan bagi RS Haji lain dalam pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan jemaah haji dan umrah, sejak saat persiapan sampai pelaksanaan, sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji,” ujar Menag dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Jumat (21/12).

Lukman mengatakan, saat ini Kemenag tengah berupaya menyatukan pengelolaan empat RS Haji  yang ada di Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya. Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan jemaah haji dan umrah. 

Sejumlah calon jamaah haji bersiap untuk berangkat ke tanah suci di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (2/10).    (Republika/Yasin Habibi)

© Disediakan oleh PT Republika Media Mandiri Sejumlah calon jamaah haji bersiap untuk berangkat ke tanah suci di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (2/10). (Republika/Yasin Habibi)

Upaya menjadikan RS Haji Jakarta sebagai role model bagi RS Haji lain disebutkan Menag sebagai langkah awal menyatukan pengelolaan RS Haji di Indonesia. 

Menag mengapresiasi Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU) sebagai layanan unggulan RS Haji Jakarta.

“Saya berharap layanan ini dapat mendukung kelancaran pelayanan jamaah haji dan umrah, khususnya dalam hal kesehatan,” ujar Menag.

Ke depan, ia berharap RS Haji Jakarta yang memiliki slogan ISLAMI (Ikhlas, Senyum, Loyal, Amanah, Mawaddah, dan Istiqamah) ini tetap konsisten dalam memberikan layanan dan terus berupaya mewujudkan pelayanan prima dan paripurna. 

Kepada pihak-pihak RS, Menag berpesan agar dapat menjadi agent of change dengan dituntut aktif memperbarui penguasaan ilmu dan informasi untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi. 

Selain itu, Menag juga mengajak agar para dokter, tenaga kesehatan dan seluruh Karyawan RS Haji Jakarta agar melayani pasien dengan setulus hati. 

“Karena dalam pelayanan, selain trust, yang harus disentuh adalah hati atau rasa. Sentuhlah hati dan rasa pasien karena itulah esensi dari pelayanan,” ucap Lukman. 

Melalui pelayanan dengan sentuhan hati dan rasa, pasien akan merasakan keramahan dan kebahagiaan. Kebahagiaan dipercaya merupakan salah satu faktor kesembuhan bagi pasien.(Nashih Nashrullah)

%d blogger menyukai ini: