21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Simak Pleidoi Sisca Dewi: Foto-foto Disita dan Fitnah Berzinah

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co 

Artis penyanyi Sisca Dewi membeberkan sederet panjang kejanggalan dari perkara yang kini menjeratnya. Dia didakwa mencemarkan nama baik dan memeras seorang jenderal polisi yang diaku sebagai suaminya sendiri, dan karenanya telah dituntut dihukum lima tahun penjara.

Sejumlah kejanggalan itu disebut dalam pleidoi atau nota keberatan atas tuntutan yang dibacakan Sisca Dewi dalam persidangan lanjutan, Rabu 19 Desember 2018. Dia membentangkan kisahnya mulai dari penangkapan 10 Agustus hingga penetapan tersangka dan penyitaan barang pribadi.

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

“Tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu saya ditetapkan menjadi tersangka,” kata Sisca Dewi di antaranya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu.

Selain itu, rumahnya juga langsung digeledah saat itu juga dan barang-barangnya diambil tanpa ada surat izin. Polisi yang menggeledah rumahnya juga mengambil foto Sisca Dewi bersama Bambang Sunarwibowo, inspektur jenderal polisi yang menjadi suami sirinya. “Semua diambil petugas tak bersisa,” katanya lagi.

Sisca Dewi menyebut kalau permintaannya untuk menghubungi kuasa hukum juga tidak dihiraukan. Sisca mengaku ditarik paksa oleh enam polisi wanita dari kursi tempatnya duduk. Upaya kakaknya untuk mendokumentasikan penggeledahan juga dihalangi dan polisi meminta rekaman tersebut dihapus.

Pada malam itu juga, Sisca Dewi menuturkan dibawa oleh 17 personel dari Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Usai ditangkap, polisi juga tidak mengizinkan keluarga dan pengacaranya untuk membesuk selama dua pekan.

“Seminggu saya ditahan, asisten rumah tangga saya keluar kerja dan dipekerjakan oleh satu penyidik Bareskrim,” ucapnya.

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO fotoTerdakwa pencemaran nama baik Sisca Dewi tiba dengan tangan diborgol di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018. TEMPO/Lani Diana

Dalam berita acara pemeriksaan, Sisca Dewi melanjutkan, ada saksi palsu yang bernama Prayetno. Biduan dangdut berusia 39 tahun itu mengaku tidak mengenal pria itu. Tapi Prayetno mengaku mengenal dan melakukan perzinahan bersama dirinya. 

“Sungguh ini adalah fitnah keji yang sangat luar biasa di samping fitnah lain yang mengatakan adanya ancaman dan pemerasan,” kata Sisca Dewi.

Sebelumnya, Sisca Dewi kembali menyatakan bahwa dirinya dan Bambang adalah pasangan suami-istri yang sah secara agama. Dia menyebut pernikahan dilakukan di kawasan Ancol, Jakarta Timur, pada Mei 17 2017.

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO fotoRumah Sisca Dewi di Jalan Lamandau III, Kebayoran Baru, 29 November 2018. Tempo/Imam Hamdi

Namun Bambang telah membantah keterangan itu. Dalam persidangan sebelumnya disebutkan kalau Bambang menjadi korban pemerasan Sisca Dewi hingga senilai Rp 35 miliar berupa pembelian dua unit rumah mewah.

Selain juga pencemaran nama karena unggahan foto-foto nikah siri yang dilakukan Sisca Dewi di media sosial. “Bahwa benar semua permintaan terdakwa Sisca Dewi dituruti oleh saksi Bambang karena merasa takut,” kata jaksa penuntut umum Nadia Siregar dalam persidangan Kamis, 13 Desember 2018.

%d blogger menyukai ini: