31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Tersambung Setelah Mangkrak 20 Tahun

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

Warna merah terangnya dengan baja yang melengkung sepanjang 100 meter berdiri kokoh di atas Kali Kuto yang memisahkan antara Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. 

Rampungnya proyek Jembatan Kalikuto tersebut menjadi penanda tersambungnya jalan tol Trans Jawa yang sudah direncanakan sejak rezim Orde Baru. Kini 933 kilometer dari 1.150 kilometer jalan tol Trans Jawa siap beroperasi dari Merak hingga Pasuruan.

Tersambungnya jalan tol Trans Jawa juga menjadi penanda bangsa Indonesia mampu membangun jalan tol dengan cepat untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain di dunia.

Mobil melintas di ruas jalan Tol Solo-Ngawi kawasan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah

© VIVA Mobil melintas di ruas jalan Tol Solo-Ngawi kawasan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah

Kamis Sore, 20 Desember 2018 impian yang sudah terpendam selama 20 tahun itu mulai diwujudkan, setelah Presiden Joko Widodo meresmikan sekaligus tujuh ruas tol Trans Jawa yang baru selesai dibangun.

Tujuh ruas tersebut merupakan bagian dari tol Trans Jawa yang selama ini terputus, dan terdiri dari empat ruas di Wilayah Jawa Timur sepanjang 59 kilometer, dan tiga ruas di Wilayah Jawa Tengah sepanjang 142 kilometer. 

Tak hanya itu, guna memastikan jalan tol Trans Jawa benar-benar tersambung dan nyaman untuk digunakan masyarakat, Jokowi pun ikut melakukan jelajah jalan tol Trans Jawa dari Warugunung, Surabaya ke Jembatan Kalikuto, Batang.

Menurut dia, dengan sudah tersambungnya 933 Km jalan tol Trans Jawa dari Merak hingga Grati Pasuruan maka ini akan menjadi sejarah baru transportasi Indonesia dari Jakarta ke Surabaya.

Ia pun berharap, dengan dioperasikan sejumlah ruas baru Trans Jawa ini, maka jarak tempuh perjalanan masyarakat bisa menjadi lebih pendek. Dan tentunya arus barang dan logistik bisa menjadi lebih efisien.

Adapun untuk dalam waktu dekat ini, lanjut Jokowi, jalan tol Trans Jawa sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menikmati libur Natal dan Tahun Baru 2019.

“Sekarang langsung bisa dipakai. Nanti paling membersihkan ini saja bisa dipakai,” kata Jokowi di Jembatan Kalikuto, Batang Jawa Tengah, Kamis 20 Desember 2018.

***

616 Km Terbangun

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Mulyono menjelaskan, dengan tersambungnya Trans Jawa tersebut maka, dari 2015-2018 pihaknya telah selesai membangun tol sepanjang 616 km.

“Ini melengkapi sejumlah ruas ruas jalan tol yang telah dioperasikan masa kurun waktu 1978-2004 sepanjang 242 km dan kurun waktu 2005-2014 yang sepanjang 75 km,” katanya.

Basuki mengungkapkan selama periode membangun jalan tol baru tersebut sejumlah hambatan turut menghampiri. Bahkan, pihaknya juga harus sempat berurusan dengan hukum lantaran mengambil alih langsung sejumlah proyek.

Pengambil alihan sejumlah ruas tol Trans Jawa tersebut, lantaran mangkrak sejak 1996 dari sejumlah perusahaan asing yang sebelumnya sudah mendapat konsesi untuk membangun tol tersebut.  

Lambatnya proses pembangunan sejak 1996, menurut Basuki disebabkan oleh masalah pengadaan tanah. Sehingga, butuh keputusan khusus untuk bisa segera melaksanakan pembangunan.

“Paling sulit itu adalah pengadaan tanah, dan untuk ruas dari Brebes hingga Semarang ini, tanah di Kendal paling susah sehingga butuh pengambilan keputusan khusus,” kata Basuki beberapa waktu lalu.

Adapun untuk contoh pengambilan keputusan yang dilakukannya, Basuki mengatakan adalah pengambilalihan ruas jalan tol di Solo-Ngawi dari kontraktor Australia dan ruas Pejagan-Pemalang dari pihak Malaysia.

Menurut dia, pengambilalihan itu dilakukan karena setelah tender, kontraktor tak kunjung ada progres pembangunan, terlebih untuk Solo-Ngawi proses itu sudah dilakukan sejak 1996 dan akhirnya diambil alih pada 2016.

Sementara itu, untuk proyek Pejagan-Pemalang, sudah ditenderkan sejak 2006. Namun hingga 2016 sejak diambil alih, belum ada progres pembangunan, bahkan belum dilakukan pembebasan lahan.

“Kenapa saya ambil, karena di proyek itu ada VGF atau dana pemerintah dan saya adalah pejabat pengambil keputusan itu. Saya ingin proyek ini jalan dan sejumlah kebijakan selanjutnya dikeluarkan seperti revisi undang-undang tanah,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) di dalam bus saat perjalanan meninjau ruas Tol Trans Jawa di Jawa Tengah, Kamis, 20 Desember 2018.

© Disediakan oleh PT VIVA MEDIA Baru Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) di dalam bus saat perjalanan meninjau ruas Tol Trans Jawa di Jawa Tengah, Kamis, 20 Desember 2018.

Adapun, sejumlah ruas tol Trans Jawa yang baru diresmikan adalah:

1. Pemalang-Batang sepanjang 39 Km. 

2. Batang-Semarang sepanjang 75 Km. 

3. Salatiga-Kartasura sepanjang 33 Km.

4. Wilangan-Kertosono sepanjang 39 Km.

5. Kertosono-Bandar sepanjang 1 Km

6. Relokasi Porong-Gempol sepanjang 6 Km

7. Pasuruan-Grati sepanjang 14 Km.

Sementara itu, untuk ruas tol Trans Jawa yang sudah beroperasi adalah

1. Merak-Tangerang sepanjang 72,45 Km

2. Tangerang-Jakarta sepanjang 33 Km 

3. Cawang-Tomang-Pluit sepanjang 23,55 Km

4. Jakarta-Cikampek sepanjang 72 Km

5. Cikopo-Palimanan sepanjang 116,75 Km

6. Palimanan-Kanci sepanjang 26 Km

7. Kanci-Pejagan sepanjang 35 Km

8. Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 Km

9. Semarang Seksi ABC sepanjang 24 Km

10. Solo-Ngawi sepanjang 90,43 Km

11. Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 Km

12. Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,27 Km

13. Surabaya-Gempol sepanjang 40,16 Km

14. Gempol-Pasuruan sepanjang 34,15 Km

***

Bantu UMKM

Sedangkan, Direktur Jenderal Bina Marga, sugiyartanto mengungkapkan dengan tersambungnya jalan tol Trans Jawa ke depan secara otomatis jalur ekonomi Jawa akan ikut berpindah ke jalan tol tersebut.

Namun, perpindahan tersebut bukan berarti mematikan jalur non tol atau arteri. Sebab, hal itu pasti akan terdistribusi dengan sendirinya, dan ini bisa menjadi pilihan berkendara saat ini.

“Dengan jalan tol yang tersambung ini kita bicaranya adalah waktu tempuh akan lebih cepat, karena kecepatannya sudah jelas dan jalurnya lebih nyaman dan lebih baik,” katanya, Kamis 20 Desember 2018.

Untuk itu, agar kondisi ekonomi masyarakat di luar tol tetap terjaga, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah tempat bagi UMKM yang ingin menjajakan barangnya di sejumlah rest area.

“Nantinya akan ada rest area dengan sejumlah tipe. Dari situ distrubusikan untuk UMKM 70 persen sisanya pelaku usaha seperti biasa. Diutamakan juga lokal bisa memasarkan produk-produknya,” tegasnya.

Kemudian, tak hanya bisa memberi kemudahan bagi UMKM, tersambungnya tol Trans Jawa juga diharapkan mampu mendorong peningkatan sektor pariwisata di Jawa Tengah khususnya Semarang dan Solo.

Menurut Jokowi, dengan jalan tol yang tersambung di daerah tersebut, kota Semarang dan Solo menjadi lebih dekat. Karena jarak tempuh dari Semarang ke Solo menjadi lebih singkat yaitu satu jam.

Dengan demikian, ada peluang wisatawan mancanegara yang turun di Semarang atau Solo bisa dengan mudah berkunjung untuk melakukan kegiatan pariwisata yang tentunya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Mantan Wali Kota Solo ini berpesan supaya pemerintah-pemerintah daerah di Jawa Tengah merespons keberadaan segmen Sragen-Ngawi, serta segmen-segmen tol lainnya. Dengan membangun, juga memperbaiki jalan-jalan penghubung.

“Ini yang harus mulai dibenahi. Jalan-jalan yang masuk ke kabupaten, ke kawasan-kawasan wisata. Tugasnya (pemerintah) daerah itu,” ujar Jokowi. (hd/Dusep Malik,Agus Rahmat,Fajar Ginanjar Mukti)

%d blogger menyukai ini: