30 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Gerindra: OTT di Kemenpora Buktikan Ucapan Prabowo

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

Penangkapan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menjadi sorotan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai, penangkapan itu membuktikan ucapan ketua umumnya, Prabowo Subianto.

“Jangan panik dan marah ya Kangmas Joko Widodo dengan ucapan Prabowo, kalau virus korupsi di pemerintahan Kangmas Joko Widodo sudah masuk stadium empat,” kata Arief dalam keterangan persnya, Kamis 20 Desember 2018.

Arief berharap, para pendukung Jokowi yang lain agar tidak ‘ngeyel’ lagi jika ucapan Prabowo itu benar. Menurut dia, operasi tangkap tangan itu bukti pemerintahan saat ini koruptif.

“Suap di Kemenpora makin membuktikan kalau pemerintahan Joko Widodo sangat koruptif dan sudah tepat kalau korupsi di era Joko Widodo sudah masuk stadium empat,” katanya menambahkan.

Penyidik menunjukkan barang bukti uang saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 Des

© VIVA Penyidik menunjukkan barang bukti uang saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 Des

Gerindra mendesak KPK bisa mengusut tuntas suap di Kemenpora hingga ke aktor utamanya. Dia mencontohkan saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, KPK bisa menjerat Menpora saat itu, Andi Mallarangeng.

“Segera KPK geledah kantor Menpora, karena sangat tidak mungkin pejabat penguna anggaran di Kemenpora melakukan korupsi tanpa ada tekanan atau perintah dari atasannya, dalam hal ini menterinya,” kata Arief.

Dia mengingatkan apalagi saat ini adalah tahun politik yang butuh dana besar untuk kampanye. Korupsi di Kemenpora juga menurutnya bisa membuat pembinaan olahraga di Indonesia jadi tidak maju.

“Pantas saja olahraga kita kagak pernah maju kalau selamanya jadi sarang korupsi. Begitu juga program pembinaan pemuda Indonesia yang tidak jelas hasilnya,” katanya.

Sebelumnya, KPK menjerat lima tersangka gratifikasi berkaitan penyaluran dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2018. Tersangka diduga pemberi gratifikasi yakni Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal KONI dan Jhonny E selaku Bendahara Umum KONI.

Kemudian diduga penerima gratifikasi, Mulyana selaku Deputi IV Kemenpora, Adhi Purnomo selaku PPK sekaligus tim verifikasi Kemenpora serta Eko Triyanto selaku Staf Kemenpora. (mus/Syahrul Ansyari,Reza Fajri)

%d blogger menyukai ini: