31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ir Hugua. ketika di lantik menjadi ketua Umum Asosiasi Sail wisata Indonesia (ASWINDO), di Jakarta. (Gino.SM).

Wakatobi Masuk 10 Destinasi Dunia

Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mewajibkan usaha pariwisata di daerah itu, dan wajib memiliki standarisasi pelayanan yang prima,  sehingga bisa bersaing pada pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Standarisasi pelayanan pada era MEA paling dasar adalah mahir berbahasa inggris atau bahasa asing lainnya,” kata kepala dinas pariwisata dan ekonomi kreatif Sultra, Zainal Koedoes di Kendari belum lama ini.

Ia mengatakan, standarisasi pelayanan itu harus dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi untuk wisata minat khusus, Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola, termasuk pemandunya, harus memiliki kemahiran melakukan evaluasi diri.

“SDM pemandu wisata sangat perlu mendapat peningkatan kopentensi mulai dari aspek keilmuwan terkait dengan objek-objek wisata minat khusus serta kemampuan eveluasi yang tersetifikasi oleh pemerintah”, katanya.

Menurut dia, bilamana usaha pariwisata tidak mengantongi sertifikat standarisasi dalam pelayanan, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kami berharap pemerintah kabupaten/kota di wilayah Sultra, untuk melaporkan sertifikasi usaha pariwisata ini secara berkala atau setiap enam bulan kepada provinsi”, ujarnya.

Kata Zainal menambahkan, Sultra saat ini menjadi salah satu tujuan pariwisata dunia melalui destinasi taman laut Wakatobi. Hal ini terbukti bahwa Wakatobi masuk dalam kategori 10 besar di dunia.

“Selain itu, kita juga memiliki beberapa destinasi wisata yang memiliki daya tarik seperti Benteng Keraton Buton, Pulau Bokori, Gua Liang Kabori di Pulau Muna dan beberapa destinasi lainnya. Ini merupakan peluang bagi pelaku pariwisata untuk mengembangkan usaha”, katanya. (Gino SM).

%d blogger menyukai ini: