21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Timses: Kalau Prabowo Menang, 9 Naga akan Jadi 90 Naga…

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaAnggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika (kanan) di Jakarta, Rabu (19/12/2018)KOMPAS.com/YOGA SUKMANA

Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno menjanjikan terciptanya iklim usaha yang lebih berkeadilan bagi masyarakat bila terpilih di Pilpres 2019 mendatang.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika mengatakan, Prabowo-Sandiaga tak ingin dunia usaha di Indonesia hanya dikuasai oleh 9 pengusaha besar yang dikenal dengan sebutan 9 naga.

“Kalau nanti Prabowo dan Sandi menang, itu 9 itu jadi 90 naga,” ujarnya dalam acara seminar KPPU di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Harryadin mengatakan, dominasi 9 naga dalam dunia usaha sudah terjadi sejak dulu. Namun hingga hari ini, sampai era kepemimpinan Presiden Jokowi, para pengusaha itu masih eksis.

Padahal kata dia, dalam perspektif persaingan usaha, 9 naga ini berbahaya karena kalau 9 itu masih bisa oligopoli. Jadi masih bisa mengatur harga, jadi kartel.

Oleh karena itu ucapnya, Prabowo-Sandiaga Uno ingin agar para pengusaha lain juga tumbuh dan berkembang sehingga tercipta iklim investasi yang lebih sehat.

“Ini adalah pendekatan yang mungkin akan lebih beda dari pemerintah saat ini. Kalau 9 itu bisa mengatur-ngatur, kalau 90 itu bagus sekali,” kata dia.

Untuk menciptakan 90 naga itu, Prabowo-Sandiaga sudah memiliki strategi. Di antaranya memperkuat KPPU dengan kewenangan penyidikan.

Selain itu Prabowo-Sandiaga juga menjanjikan membuat iklim persaingan usaha menciptakan kesejahteraan rakyat dengan daya beli yang meningkat dan harga yang terjangkau. Kedua adalah peningkatan lapangan pekerjaan.

“Ini penting karena sekarang lapangan usaha banyak sekali akuisisi marger yang mengorbankan pekerja. Ini akan menjadi fokus 5 tahun ke depan,” kata dia.

Penulis: Yoga Sukmana

Editor: Erlangga Djumena

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: