29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Perselingkuhan Pangeran Charles Didukung Ayahnya, Kenapa?

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

Pangeran Charles.

© VIVA Pangeran Charles.

Skandal hubungan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles telah menodai reputasi keluarga Kerajaan Inggris. Tapi, meski ayah mertua Putri Diana tahu, Pangeran Philip tidak berusaha menghentikannya.

Saat Charles dan Diana menikah pada tahun 1981, diperkirakan 750 juta orang dari seluruh dunia menyaksikan pasangan itu mengucap janji pernikahan. Peristiwa tersebut nampak seperti kisah romansa negeri dongeng pada masa itu, hingga 11 tahun kemudian saat pernikahan keduanya mulai hancur berantakan.

Meski baik Charles dan Diana sama-sama terlibat perselingkuhan, satu sisi yang paling menonjol adalah Charles yang kembali pada cinta lamanya Camilla Parker Bowles. Saat itu, publik sangat menyalahkan hubungan Charles dengan Camilla yang merusak pernikahannya dengan Diana.

Peristiwa itu menjadi skandal besar, dengan banyak pihak luar yang mendukung Diana selama masa perpisahan itu. Jadi, sangat mengejutkan mengetahui kalau Pangeran Philip, ayah Charles, sebenarnya mendorong putranya untuk berselingkuh.

Dikutip dari laman Reader’s Digest, Philip dikabarkan mengirim surat kepada Charles yang menyuruh Charles berkomitmen untuk hidupnya atau berpisah dengan Diana. Dalam pikiran seorang keluarga kerajaan, calon raja harus menemukan seseorang untuk seumur hidupnya, tidak sekadar bermain-main dengan perasaan saja.

Meski mendorong Charles untuk segera menikah, Philip tampaknya tahu Diana bukan cinta sejatinya. Wanita yang ditaksir Charles sejak lama, Camilla, sudah menikah dan jelas tidak bisa masuk ke dalam keluarga Kerajaan Inggris. Tapi, bukan berarti dia keluar dari kehidupan Charles, dan Diana tahu benar perselingkuhan itu.

“Ayah mertuaku mengatakan pada suamiku, ‘Jika pernikahanmu tidak berhasil, kamu selalu bisa kembali padanya (Camilla) setelah lima tahun’,” ungkap Diana pada pelatih suaranya.

Ia tahu benar, hal itu terjadi setelah lima tahun. Diana tahu sesuatu telah terjadi sebelumnya, di tahun kelima barulah ia mendapat kepastian.

Opini publik cenderung menyalahkan Camilla atas perceraian Diana, tapi pernikahan itu mungkin memang sudah rusak sejak awal. Charles dikabarkan tidak mencintai Diana dan tidak akan menikahinya jika bukan karena tekanan dari media dan ayahnya sendiri.

“Dia secara diam-diam mengatakan kepada lingkaran teman-teman dekatnya, ‘Saya sangat ingin keluar dari pernikahan ini di tahun 1981 saat masa pertunangan saya melihat prospeknya buruk, tidak memiliki peluang atau apa pun untuk mengenal Diana sebelumnya,” tulis Robert Jobson dalam bukunya, Charles At Seventy: Thoughts, Hopes and Dreams.

Charles dan Diana hanya bertemu 13 kali sebelum menikah, dan Diana, diketahui juga masih berpikir dua kali. Dia pernah mengatakan kepada saudarinya, “Saya tidak bisa melakukan ini,” sebelum upacara pernikahan.

Jika melihat ke belakang, Charles seharusnya menunggu Camilla sejak awal. Keduanya kini sudah menikah sejak 2005 dan nampaknya sudah hidup bahagia bersama.(Jujuk Ernawati,Adinda Permatasari)

%d blogger menyukai ini: