27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jelang Hasil Pertemuan Fed, Rupiah Diprediksi Perkasa

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Jelang hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) nilai tukar rupiah diprediksi menguat. Rupiah diyakini bergerak di level Rp14.515 sampai Rp14.588 per USD, sejalan dengan hadirnya katalis positif baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan biasanya rupiah melemah menjelang pertemuan FOMC tetapi kali ini berbeda. Rupiah bisa mencuri kesempatan untuk menguat karena pelaku pasar tidak terlalu reaktif menyusul sikap the Fed yang dinilai lebih menahan diri untuk kenaikan suku bunganya.

Jelang hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) nilai tukar rupiah diprediksi menguat.: Jelang Hasil Pertemuan Fed, Rupiah Diprediksi Perkasa

© Annisa ayu artanti Jelang Hasil Pertemuan Fed, Rupiah Diprediksi Perkasa

Keputusan the Fed yang sudah diprediksi pasar untuk menahan suku bunganya terjadi seiring potensi perlambatan yang terjadi pada ekonomi Amerika Serikat. “Diharapkan Rupiah masih dapat mengambil kesempatan tersebut untuk kembali menguat,” kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

Ia menambahkan penguatan rupiah sudah terjadi pada penutupan perdagangan kemarin. Rupiah mampu berbalik menguat dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Bahkan berdasarkan data Bloomberg level rupiah pada perdagangan kemarin berada di Rp14.501 per USD.

Penguatan tersebut dipicu oleh pelemahan USD seiring dengan sikap pelaku pasar yang skeptis terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat yang dinilai mengarah ke resesi akibat masih adanya imbas perang dagang dengan Tiongkok.

“Di sisi lain, pelemahan USD pun seiring dengan nada dovish yang disampaikan oleh the Fed dan belum usainya perseteruan antara Presiden Trump dengan the Fed terkait penaikan suku bunga the Fed yang terjadi,” pungkas Reza.(Annisa ayu artanti)

%d blogger menyukai ini: