20 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Inneke Koesherawati Akui Pernah Pakai Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com/@kumparannews.

Inneke Koesherawati Akui Pernah Pakai Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Artis kawakan Inneke Koesherawati mengakui adanya bilik asmara di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ia mengetahui adanya bilik asmara itu setelah diberitahu suaminya, Fahmi Darmawansyah, yang merupakan narapidana di Lapas Sukamiskin.”(Di dalam bilik asmara) ada kamar mandi, tempat tidur, terakhir ada AC,” ucap Inneke saat bersaksi dalam sidang untuk terdakwa mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, ajudannya Hendry Saputra, dan staf Fahmi bernama Andri Rahmat di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (19/12). Inneke mengaku sempat menggunakan ruangan tersebut untuk memenuhi kewajibanya sebagai seorang istri kepada suami. Namun ia enggan merinci berapa kali menggunakan bilik asmara itu. “Itu kewajiban istri, saya menjalankannya. Melayani suami saya kebutuhan biologis manusia,” katanya.

Selain itu, Inneke membenarkan adanya saung di dalam Lapas Sukamiskin. Menurut dia, saung-saung itu berjumlah banyak, termasuk ada saung khusus yang digunakannya untuk menjenguk Fahmi. “Di dekat saung ada taman herbal, tapi saya tak tahu itu yang merawat suami saya,” tuturnya. Dalam surat dakwaan, bilik asmara milik Fahmi itu disebut mempunyai luas 2×3 meter di lapas. Ruangan itu digunakan untuk keperluan hubungan suami-istri, baik itu digunakan Fahmi maupun disewakan kepada warga binaan lain dengan tarif Rp 650 ribu.

Meski berstatus tahanan, Fahmi tetap memiliki pendapatan dari bisnis yang ia kelola bersama seorang narapidana kasus pembunuhan yang menjadi asisten pribadinya, Andri Rahmat. Sebagai imbalan adanya bisnis itu, Fahmi memberikan hadiah berupa mobil jenis Double Cabin 4×4 merek Mitsubishi Triton berwarna hitam kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Kesepakatan itu didapat setelah Andri Rahmat berbicara dengan Wahid di ruang kerja kalapas, pada April 2018. Jenis mobil itu berdasarkan keinginan Wahid.

Dalam transaksi suap ini, Fahmi melibatkan Inneke untuk mencarikan mobil mewah itu, Inneke lalu meminta bantuan adik iparnya, Deni Marchtin, untuk mencari mobil tersebut di pameran JIExpo, Jakarta. Deni memesan mobil itu dengan harga on the road (OTR) sebesar Rp 427 juta. Pada 19 Juli 2018, mobil incaran Wahid akhirnya didapat dan diantar ke rumah Wahid di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 22.00 WIB. Mobil itu dibawa langsung oleh adik ipar Fahmi, Ike Rachmawaty, dan diserahkan langsung ke Wahid.

Suap untuk Wahid diberikan agar Fahmi mendapat fasilitas mewah di dalam sel. Kamar sel Fahmi dilengkapi dengan televisi beserta jaringan TV kabel, pendingin ruangan (AC), tempat tidur spring bed, hingga dekorasi interior high pressure laminated (HPL). Fahmi juga diizinkan menggunakan telepon genggam selama di dalam lapas. Wahid bahkan mempercayakan Fahmi dan Andri untuk mengelola kebutuhan narapidana, seperti membuka jasa renovasi sel hingga pembuatan saung. Selain bilik asmara, Fahmi juga memiliki kebun herbal di lapas.(Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan).

%d blogger menyukai ini: