30 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Basarnas Manokwari mulai bersiaga di sejumlah pelabuhan

 Berita ini diberdayakan untuk antaranews.com

Selasa, 18 Desember 2018 18:28 WIB  270

Basarnas Manokwari mulai bersiaga di sejumlah pelabuhan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari mengecek persialan personil dan peralatan SAR pada Apel Siaga Khusus Natal dan Tahun Baru yang digelar di Manokwari, Selasa (18/12/2018) (Arsip Basarnas)Manokwari,(Antaranews Papua Barat)-Tim Search and Rescue (SAR) Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, Papua Barat mulai bersiaga di sejumlah pelabuhan mengantisipasi kecelakaan transportasi laut pada arus mudik Natal tahun 2018.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, George Leo Mercy Randang di Manokwari, Selasa, mengatakan, tim SAR sudah tersebar di Pelabuhan Manokwari, Kabupaten Teluk Wondama dan Pelabuhan Teluk Bintuni.

“Di Manokwari Tim SAR kami bersiaga di Pelabuhan Manokwari dan Pelabuhan Marampa. Di Teluk Wondama di Pelabuhan Wasior juga satu pelabuhan di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata George.

Ia mengutarakan, jumlah personil Basarnas Manokwari masih sangat terbatas dengan wilayah kerja meliputi lima kabupaten. Peran mereka akan dioptimalkan agar bisa mengakomodir seluruh wilayah.

Apel Gelar Personil dan Peralatan SAR sudah dilaksanakan di Manokwari pada Selasa (18/12). Selain pelabuhan, tim SAR pun akan ditempatkan di Bandar Udara dan tempat rekreasi serta pariwisata.

“Apel siaga ini kegiatan yang rutin kami laksanakan setiap menjelang hari raya bertujuan untuk mengecek kesiapan personil dan peralatan pencarian dan pertolongan. Kami berupaya lebih siap agar tidak ada kendala pada saat operasi SAR,” sebutnya.

Pada siaga khusus Natal dan tahun baru ini, lanjut Mercy, pihaknya menerjunkan tim Rescuer, Anak Buah Kapal (ABK) dan Basarnas Special Group (BSG). Kapal KN Kumbarkarna juga disiagakan dan siap beroperasi jika situasi membutuhkan.

Ia mengimbau seluruh personil di kantor Basarnas Manokwari, Pos SAR Bintuni dan Unit Siaga Wasior meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya musibah dan bencana.

“Akhir-akhir ini kondisi cuaca yang tidak menentu dengan intensitas hujan lebat. Ini menjadi perhatian kita, karena resiko kelompok rentan menjadi lebih tinggi. Untuk itu para Rescuer dan ABK harus selalu siaga,” katanya.

Ia menambahkan, wilayah perairan di Papua Barat cukup luas. Potensi kecelakaan di laut cukup tinggi seiring tingginya mobilitas masyarakat, pelaku usaha, juga kelompok lain di wilayah perairan.

“Kita harus siaga karena arus mudik tentu tinggi saat hari raya. Berikutnya memasuki masa liburan, tempat rekreasi pasti akan dipadati pengunjung,” pungkasnya.Pewarta : Toyiban
Editor: Key Tokan Abdul Asis
COPYRIGHT © ANTARA 2018

%d blogger menyukai ini: