27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Bawaslu Sulsel tinjau penyimpanan logistik pemilu

Berita ini diberdayakan untuk antaranews.com 

Selasa, 18 Desember 2018 20:19 WIB

Koordinator Devisi Pengawasan Bawaslu Sulsel, Amrayadi (dua kiri) bersama Komisioner Bawaslu Makassar, Zulfikarnain (kanan) memeriksa kotak suara berbahan kardus di gudang KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/12). (Antarafoto/Darwin Fatir/18)Makassar (Antaranews Sulsel) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan meninjau penyimpanan logistik Pemilihan Umum serentak 17 April 2019, di Makassar, Selasa.?

“Peninjauan ini untuk memastikan bahwa pertama logistik berupa kotak suara itu sudah ada,” kata Koordinator Devisi Pengawasan Bawaslu Sulsel, Amrayadi.

Kedua, kata dia, logistik berupa kotak suara itu disimpan pada tempat yang aman, dan gudang yang tidak mudah dimasuki orang.

Mengenai persoalan teknis lainnya, nanti Bawaslu Kota Makassar yang melakukan pengawasan secara ketat di tempat tersebut agar betul-betul terjaga, karena masanya terhitung 4 bulan ke depan.

“Pastinya untuk Kota Makassar yang kami pantau, dan kondisinya seperti ini, biliknya belum dirakit. Kami juga memastikan bahwa segelnya masih bagus,” katanya di sela kunjungan di Kantor KPU Makassar.

Terkait dengan bahan bilik suara terbuat dari kardus, kata dia, kalau soal itu kebijakan lahirnya dari undang-undang yang mengamanatkan, di samping efisiensi dan transparansi.

“Kalau saya melihatnya, memang lebih praktis. Cuman, kalau dari segi kekuatannya saya belum uji,” katanya.

Dia mengatakan untuk uji tersebut menjadi ranah Bawaslu RI bahwa ini sudah melalui uji publik dan hasil dari rapat dengar pendapat untuk merumuskan PKPU terkait kotak suara.

Meskipun demikian pihaknya hanya memastikan apa yang menjadi standar norma pada kotak suara yang tiba di lapangan, sama dengan yang ada pada petunjuk teknis dan peraturan yang ada.

“Pada musim hujan seperti sekarang ini, kami sangat khawatir kalau kena hujan bisa bermasalah. Kalau soal kondisi gudang, kami akan komunikasi dengan KPU Makassar,” ungkap dia.

Sedangkan untuk gudang penyimpanan di belakang kantor KPU Makassar dan sebagian disimpan dalam ruko, lanjutnya, tidak mengkhawatirkan dan prafon telah dilapisi aluminum foil agar tidak bocor. Meski demikian kecurigaan-kecurigan kecurangan tetap ada.

Sementara Komisioner Bawaslu Makassar, Zulfikarnain di sela kunjungan mengatakan peninjauan ini merupakan kali ke dua.

Pertama diawasi distribusi, dan memastikan terkait jumlah apakah sesuai dengan TPS yang ada dan sekarang dilakukan pengawasan kedua.

“Ini untuk memastikan bahwa kotak suara disimpan di tempat yang aman,” katanya.

Bawaslu mengawasi apakah ada yang bisa merembes, apakah kotak suara dibungkus atau tidak.

“Kita mengawasi gedungnya. Karena penggunaan kotak suara berbahan kardus tentu berbeda dengan pengawasan kotak suara yang berbahan aluminium,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya masih melakukan pengamatan dan memetakan dulu tingkat kerawanannya, sampai Februari 2019. Setelah itu baru drancang strategi pengawasan distribusinya.

“Tentu berbeda kondisinya.?Kita pelajari dulu, nanti kita upayakan ada pencegahan lebih dulu sebab ini baru pertama kali di penggunaan bilik dan kotak suara dari kardus dipakai di Sulsel,” tambah dia.

Sementara Ketua KPU Kota Makassar, Syarief Amir menegaskan kotak suara dan perlengkapannya sudah disimpan di gudang dan di dua tempat bersama beberapa logistik lain, bersama bilik suara dan segel.

“Ini sudah gelombang terakhir. Untuk penyalurannya nanti mendekati pemilihan. Sedangkan kotak suara berbahan besi tidak dipakai lagi,” ujarnya.

Koordinator Devisi Pengawasan Bawaslu Sulsel, Amrayadi (dua kiri) bersama Komisioner Bawaslu Makassar, Zulfikarnain (kanan) memeriksa kotak suara berbahan kardus di gudang KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/12). (Antarafoto/Darwin Fatir/18)

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

%d blogger menyukai ini: