29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

PDIP Bikin Kaus ‘Jadi Presiden itu Berat, Biar Jokowi Saja’

PDIP usung Joko Widodo jadi calon presiden 2019
Berita ini diberdayakan untuk VIVA.CO.ID

VIVA – Elite PDI Perjuangan terus memperjuangkan Joko Widodo agar bisa kembali menjadi presiden periode kedua.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengaku mendapat respons positif atas kaus yang ia kenakan dan bertuliskan ‘Jadi Presiden itu Berat, Biar Jokowi Saja.’

Kaus yang didesain seorang bernama Jopan itu menunjukkan pendukung Jokowi harus kreatif dalam hal membuat gerakan kampanye yang belakangan ini tengah tren di masyarakat.

“Ciri utama pendukung Presiden Jokowi adalah mereka yang menjadikan politik sebagai jalan peradaban. Mereka yang kreatif, mengedepankan sopan santun budaya timur. Sehingga nampaklah karakter yang santun, gembira dan menghadirkan ke-Indonesia-an kita,” kata Hasto dalam pesan tertulisnya di Jakarta, Rabu 2 Mei 2018.

Kaus yang pertama kali dikenakan Hasto itu diketahui saat partainya menggelar Try Out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Minggu 29 April 2018.

Ia menyebut, pembuatan kaus sendiri terinspirasi dari Film Dilan. Dalam dialog film, Dilan sempat mengatakan kepada lawan mainnya Milea; ‘Jangan rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja”.

Hal itu lah kemudian viral dan menjadi bahan perbincangan warganet di media sosial.

“Ruang kreatif yang berpijak pada kebudayaan kita sediri itulah yang juga dikembangkan oleh PDI Perjuangan,” ujarnya.

“Hingga Presiden Jokowi dan Ibu Megawati Soekarnoputri nonton dan memberikan apresiasi atas karya kreatif anak bangsa tersebut,” lanjut Hasto.

Hasto menekankan, kepada seluruh pendukung Jokowi untuk menjauhi sifat permusuhan ketika bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat.

Dia menyindir peristiwa car free day beberapa waktu lalu yang sempat terjadi adu mulut antara pendukung Jokowi dengan kelompok kaus bertulis #2019GantiPresiden. Hasto meminta hal itu dihindari dan tak terulang kembali ke depannya.

“Pendukung Pak Jokowi dan PDI Perjuangan harus menampillkan jati diri kebangsaan kita yang mengedepankan hidup rukun, tolong menolong, bukannya memecah, bertindak kasar penuh intimidasi,” ujarnya. (mus)

%d blogger menyukai ini: