29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

WAODE MAASRA; KAMU TIDAK RASAKAN KEBERADAANKU

Bagian Pertama

Rasa solideritas kaum perempuan (gender) itulah yang membuat Saya dan kaum perempuan lainnya dikota ini, mendukung dan bekerja sepenuhnya untuk kemenangan Hj Waode Maasra Manarfa pada pemilihan walikota Baubau mendatang. Demikian Hj Siti Naharia (9/10) dirumahnya kawasan Medibrata, Kelurahan Bukit Wolio Indah, mengawali jawaban pada timurmerdeka.com.

Hj Siti Naharia melanjutkan; “tapi sebenarnya bukan hanya karena persamaan gender belaka yang menjadi alasan kami mendukungnya. Maasra itu bawaan orangnya lembut dan familiar (hahahaa…. mungkin karena seorang ibu). Tidak menyusahkan (siapapun orang itu dia pasti bantu jika kesulitan masalah) dan sangat tegas dalam keberpihakkannya terhadap rakyat. Pokoknya jika menyangkut kepentingan rakyat, Maasra itu daann…!? pasti tampil terdepan dari siapapun didaerah ini”.

Lebih jauh Sitina menjelaskan; “Kebersamaan Maasra dengan rakyat benar-benar sudah teruji daann…!? sejak dulu hingga sekarang. Rumah, diri dan keluarganya selalu terbuka untuk semua orang termasuk masyarakat dari daerah dan kota lain. Lihat mi daann…!? sebelum jadi pejabat negara hingga menjadi Ketua DPRD sampai hari ini sebagai Wakil Walikota Baubau – di gerbang rumahnya tidak pernah ada pos Polisi Pamong Praja tempat setiap tamu yang datang diperiksa. Yang saya tau daann…!? sampai hari ini, tidak ada satu orangpun yang namanya manusia mengalami kesulitan atau dipersulit jika datang bertamu”.

Masih Hj Sitina; “Intinya daann…!? saya berpesan pada semua kaum perempuan dikota ini bahwa, setiap orang punya hak untuk mencalonkan diri jadi Walikota Baubau pada periode mendatang tapiii… hanya seorang Maasra yang patut anda pilih dan berikanlah suaramu. Maasra humaiy aatobinciki kulina iynda pokana himboomo balon mosagaanana, tabeana amembalimo tabinciki butolo kasiympo eaponamisi (Maasra itu kulitnya bisa dicubit tidak sama seperti balon lain, kecuali bisa kita cubit botol kaca baru mereka rasa)”. Hj Sitina mengakhiri komentarnya sampai disini.

Sitti Salbiah

Secara terpisah Sitti Salbiah dari Jl Perintis, Kelurahan Katobengke (10/10) mengatakan; “Maasra itu orangnya santun dan tidak pandang bulu, semua orang dia layani daann…!? Ibu-ibu terutama penduduk asli disini (Katobengke-red) paling suka dia. Kata mereka daann…!? Maasra itu peka perasaannya dan otaknya cerdas. Iiihh… betul kasian, Maasra itu kalau dia tahu ada rakyat kecil yang susah dia datangi dirumahnya dan memberi bantuan”.

Dulu sekali, sudah lama lanjut Salbiah; “Maasra pernah datangi rumah reot bapak La Lili yang cacat itu di Gonda. Bapak La Lili di obrolin sangat akrab daann…!? seperti keluarganya sendiri. Setelah lama mereka ngobrol akhirnya, Maasra berpamitan seraya menyodorkan bantuan biaya hidup ala kadarnya. Setelah meninggalkan rumah La Lili waktu itu saya bilang, kenapa ibu berikan uang sangat banyak pada orang itu. Wajah Maasra yang ketika itu cerah sumringah berubah keruh seraya menjawab – itu sudah rejekinya dia. Karena perbawa tabiatnya Maasra itu daann..!? Saya dan teman-teman tidak akan berani lagi bicara apalagi menyoal masalah seperti itu”.

Ketua Majelis ta’lim Lailatul Qadar kelurahan Katobengke ini menambahkan; “Tidak ada kata karena baiknya itu daann…!? Kami pasti pilih dan coblos Maasra ketika waktu pemilihan tiba. Kami sebenarnya berharap kalau Dia menjadi Walikota nanti, kebiasaan Walikota Amirul memberikan bantuan transportasi satu juta rupiah perbualan dapat dilanjutkan lagi. Selama Walikota yang ini (Thamrin-red) bantuan tersebut dihilangkan tapi Maasra secara pribadi masih terus membantu kegiatan majelis ta’lim.

Jawaban pamungkas Salbiah pada timurmerdeka.com diujung wawancara; “Dari semua aspek dan kriteria penilaian apapun, hanya Maasra yang pantas kita coblos pada saat pemilihan Walikota Baubau nanti. Yang lain…. ?????? ambil uangnya tapi jangan coblos, hehehee….”.

Hasni

“Setuju daann…!? bilamana perlu ambil semua hartanya tapi jangan pilih gambar dia (kandidat Walikota pemberi uang), tetap coblos gambar Maasra” kata Hasni, warga Jl Wakaaka keluruhan Ngangana Umala saat timurmerdeka.com (10/10) mengawali wawancara.

Sambil melayani pembeli dikiosnya, Hasni mejelaskan; “Dengan cara seperti itu, kita bikin kapok mereka yang mengicar kursi jabatan Walikota dengan niat dan itikad busuk karena mengandalkan uangnya. Uang sekecil Rp 500.000 itu daann…!? per satu suara untuk selama 5 tahun dia menikmati jabatan Walikota bersama anak isterinya adalah penghinaan yang sangat nista terhadap pemberi suara atau pemilih. Jangan, jangan pilih kandidat Walikota seperti itu daann…!? ambil saja uangnya biar kapok karena orang seperti itu ujungnya pasti korupsi uang dari pajak rakyat”.

Hasni tambahkan; “pilih saja Maasra karena Dia tidak akan menistakan dengan cara membeli suaramu. Sudah 20 tahun lebih, Saya pantau gerak gerik Maasra. Selama ini jika Dia tahu ada orang ternistakan apalagi itu orang kecil (rakyat-red) maka Maasra pasti akan datang membantu. Itu daann…!? yang Saya lihat selama ini”.

Lebih rinci, Hasni; “Maasra itu orangnya baik, santun, tegas. Beda dengan yang lain, Dia adil terutama pada kalangan orang bawah. Pokoknya Dia itu baik daann…!? yang penting orang lain dulu baru dirinya. Filosofis hidupnya sangat luar biasa – sapundu iykarona, pundu mo barina to mia mosagaanana (segenggam rejeki untuk dia, genggam rejeki yang banyak untuk orang lain atau rakyatnya). Meskipun Saya ini bukan keluarga langsung dari Maasra tapi filosifis hidupnya itu daann…!? sangat baik dan menyejukkan hati, cocok untuk memimpin rakyat Baubau”.

Masih Hasni; “Insya Allah, Maasra iynda eapeande-andekea lipu siy naile naipua ane asoda (Insya Allah, Maasra tidak akan mempermainkan negeri ini besok lusa jika menjabat). Faktanya, jika disuatu saat pernah bicara tapi dia lupa, jika kita datang ingatkan maka Beliau pasti akan terima dengan baik. Itu daann…!? Kita diperlakukan seperti teman dan sangat akrab. Kami (seluruh perempuan Baubau) saat ini bekerja dengan penuh semangat, siang malam hanya untuk kemenangan Maasra. Yang penting Kita punya jagoan menang, itu sudah kesenangan tersendiri buat Kami. Artinya Kami tidak akan berharap atau meminta sesuatu dari Maasra terutama materi”.

Hasni mengakhiri jawaban; “Jangan ragu pilih Maasra saat mencoblos nanti karena dulu Kita pernah punya Raja Wakaaka, seorang perempuan yang sukses memimpin negeri ini”. (AN)

Redaktur menurunkan Investigasi khusus geliat pilwali Kota Baubau yang akan ditayangkan dalam serial

“KAMU TIDAK RASA DAANN…!? SUDAH LAMA”.

%d blogger menyukai ini: