Mardigu Wowiek ; BERANI BEDA

  • Bagikan

Oleh ; Mardigu Wowiek

Editor ; LM Arfan Nasiru

Ketika Biden menerbitkan stimulus keuangan Amerika di tahun 2021 ini dengan nilai 1.9 triliun dolar atau 1.900 bilion dolar atau senilai 1,5 GDP nasional indonesia yang 1.100 bilion atau senilai 27.000 triliun rupiah maka kaum MMT mengatakan, naa…h tuh – cetak duit deh Amerika.

Maka ini seharusnya menohok perut semua guru besar ekonomi dan semua yang mengatakan bahwa MMT nya Bossman gadang-gadang adalah bakal bikin inflasi!!!

Tuh 27.000 triliun di gerojokin ke sektor ekonomi Amerika yang akan membuat Amerika tahun ini, tumbuh 7% di atas Tiongkok 6% perkiraannya. Inflasi Amerika, paling top 2%.

Ayo kaum newmind menantang kaum oldmind yang mengatakan Amerika bakal inflasi ratusan persen, ayo mana analisanya. Atau ikut MMT, bagaimana? Buang dah ilmu lama tadi.

Ini jaman digital, semua bisa di kendalikan dan terdata. Kita harusnya mulai dari sana, digitalisasi ekonomi.

Kembali ke growth Amerika 7% tahun ini.

Ingat 7% dari GDP perkapita 56.000 dolar loh ya, bukan 7% dari GDP perkapita negara seperti Indonesia yang hanya 4.100 dolar. Bayangkan tumbuh 7% dari 56.000 dolar itu adalah 3.900 dolar naiknya, sama dengan GDP perkapita Indonesia naiknya. Indonesia kalau naik 3.900 hampir naik 100% itu baru bernegara namanya.

Tahun lalu Indonesia minus 2%, tahun 2021 di perkirakan naik 4% plus namun Saya mungkin memprediksi sekitar 3% lebih realistik. 3% naik dari minus 2% tahun lalu – ya baru naik 1%.

Selama 7 tahun kabinet Kita saat ini, GDP perkapita hanya tumbuh 20%. Bandingkan dengan Narendra Modi India, bandingkan dengan Duterte Philipina. Bandingkan dengan Vietnam pada periode yang sama, naiknya semua selama menjabat – lebih dari 60% ke 3 negara tersebut.

Alamnya kaya Indonesia, letak geografisnya – strategis Indonesia, semuanya terkena imbas globalis covid tapi kok beda tumbuhnya?

Ada apa dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia?

Masalah mendasar kalau rakyat perutnya lapar, tingginya penganguran dan sulitnya menciptakan usaha. Negara harus bertindak tepat. Bener deh, masalah mendasar karena piring di meja makan, banyak warga yang kosong membuat otak sulit mikir positif.

Yuk sekarang kita cek bersama sama, bagaimana dengan makanan di piring masyarakat saat ini di banding tahun lalu, di banding 2 tahun lalu? Lebih banyak isinya, lebih banyak yang instant-intant, bon hutangan di warteg sebelah lunas atau nambah besar?

Tantangan ini harus Kita selesaikan dengan pemahaman dan strategi baru atau tepatnya BEDA MINDSETNYA. Caranya bagaimana?

Yang paling sederhana adalah, ya sudah pakai yang old mind dulu gak apa-apa tetapi ada syaratnya. Syaratnya mereka satu team. Lebih baik lagi tentunya satu team itu satu mindset, newmind, pendukung MMT.

Saat ini kita semua setuju untuk menyelesaikan berbagai masalah di tanah air, strateginya adalah vergader verbod seperti yang telah kita sampaikan dalam tulisan dan video sebelum ini. Tujuannya, centralisasi kekuatan dan gebuk yang tidak kooperatif.

Centralisasi kekuatan dan menjadi otoritarian tidak jelek-jelek amat. Erdogan begitu, Xi Jing Ping begitu, Lee Kwan Yew begitu. Saya setuju kok.

Namun perlu diingat, apapun bentuknya cara kelola negaranya maka harus didukung dengan putra-putri terbaik untuk menjalankan tugasnya.

Kalau mengukurkan KPI, prestasi indek yang di pakai di pejabatnya maka semua pasti berjalan baik, seperti Singapura deh misalnya.

Kalau sebaliknya sentralisasi, otoritarian yang di pakai orang yang manut dan dekat saja, dengan indek prestasi rendah tetapi di pertahankan, ini berbahaya. Harus berani memakai mereka yang punya ide dan prestasi cemerlang.

Banyak saudara sebangsa yang cemerlang prestasinya. Pakai mereka itu. yang saat ini menjadi pejabat atau menjadi pemain utama liga para Menteri kabinet sudah masanya lengser 100%.

Saya teringat pelatih sepak bola favorit saya, Sir Alex Ferguson. Main bola 90 menit, Dia pasti menilai siapa yang bagus selama pertandingan dan siapa yang akan dimainkan full 90 menit. Di menit 60 – ini kunci suksesnya. Kaki-kaki pemain siapapun kelasnya, mulai letih.

Disinilah Alex Ferguson selalu mengganti pemain, bisa 2 atau 3 orang dalam kurun 30 menit terakhir. Strategi itulah penentu kemenangan pertandingannya. Yang di ganti bukan yang lemah tetapi yang BERPENGARUH.

Jadi menurut pendapat pribadi si Sontoloyo, yang di ganti di kabinet ini adalah orang-orang yang masuk dalam bidang ekonomi – itu sepaket.

Total ganti baru ada 6 posisi dan gantikan satu team yang memang memiliki satu irama. Enam-enamnya pemain baru, fresh leg, newmind.
Jangan ganti ke enam posisi tersebut dengan team yang baru kenal pada saat menjabat.

Kemestrinya lama terbentuk, ada kok mereka ini sudah siap di pinggir lapangan saat ini, sepaket.

Lalu bagaimana kalau enam orang pejabat itu adalah orang yang paling banyak memberikan sumbangan pada posisi kemenangan jabatan? Nanti mereka ngamuk !! Gampang,

Selama permennya ada, bagiannya ada, peluangnya ada diberikan kepada mereka sama seperti ketika menjabat jabatan politik, mereka akan senang.

Ingat loh ya, pejabat yang diganti itu – Mereka bukan kalah atau salah, Mereka di gantikan juga bukan di gantikan oleh orang yang lebih baik dari mereka. Mereka di gantikan oleh orang yang lebih cocok dalam keadaan situasi sekarang ini. bukan lebih baik sekali lagi, lebih cocok.

Mereka ber enam itu, lebih cocok memang untuk membangun kemenangan, itu memang talenta mereka. Letakan di sana lagi namun permennya sama dengan jabatan politik. Happy deh semua pihak termasuk rakyat karena ekonominya tumbuh beneran 7% dalam 3 tahun kedepan – ini pertahunnya. Gitu aja kok repot. #peace #dinaran

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: