5 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Korea Selatan Kelabakan, Warganya Meninggal Satu Persatu

Berita ini diberdayakan untuk tribunnews.com

Oleh; Repelita Online

Suntikan Vaksin Covid-19

Korea Selatan jadi salah satu negara yang aktif melakukan penanganan wabah virus corona. Bahkan banyak cara sudah dilakukan negeri tersebut selama menghadapi wabah yang sudah menyebar selama hampir setahun ini.

Salah satu cara yang paling nekat adalah menggunakan vaksin flu sebagai peningkat daya tahan tubuh warganya di tengah pandemi.

Upaya Korea Selatan (Korsel) untuk menambah daya tahan atau imunitas warganya atas pandemi corona atau covid-19 dengan pemberian vaksin flu terhadang.

Jumlah warga Korsel yang meninggal dunia usai menerima vaksin flu bertambah menjadi 13 orang. Bertambahnya jumlah korban meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pemberian vaksin flu tersebut.

Merujuk pemberitaan Yonhab, awalnya, jumlah warga yang meninggal sebanyak sembilan.

Pada Kamis (22/10), kantor berita Yonhap kembali melaporkan penambahan empat orang meninggal setelah divaksinasi dengan vaksin flu.

Meski ada penambahan korban jiwa, otoritas kesehatan Korsel menyebut belum ada rencana menangguhkan vaksinasi flu terhadap 19 juta orang.

Upaya ini dilanjutkan karena dari investigasi awal tidak ada keterkaitan antara kematian penerima vaksin dengan vaksin itu sendiri.

Dikutip dari Reuters, Kamis (22/10) seorang pejabat Korsel menyebut, tidak ada zat beracun dalam vaksin flu.

Meski begitu, program vaksin flu Korsel sempat ditangguhkan selama tiga pekan, menyusul ditemukannya lima juta dosis vaksin yang terpapar suhu ruangan.

Untuk menjaga suhu vaksin, vaksin seharusnya dalam kondisi beku. Diduga vaksin-vaksin terpapar suhu ruangan saat akan didistribusikan ke fasilitas medis.

Pemerintah Korsel memperluas program vaksinasi flu dengan tujuan mencegah komplikasi terkait pandemic corona atau COVID-19.

Sejak 13 Oktober, ada 8,3 juta warga Korsel menerima vaksin flu. Kurang lebih 350 penerima vaksin merasakan reaksi tidak baik usai divaksin.

Relawan Uji coba Vaksin Covid-19 di Brasil Meninggal Dunia

Relawan uji coba vaksin Covid-19 meninggal dunia, seusai disuntik vaksin dari perusahaan farmasi AstraZeneca Brasil pada minggu pertama September 2020,,

Pengembangan vaksin Covid-19 bekerja sama dengan Universitas Oxford dan harus menghentikan proses uji coba karena dua peserta yang ikut serta dalam uji coba mengalami dampak buruk.

Setelah itu, uji coba di negara lain dihentikan, memicu kekhawatiran atas keamanan vaksin.

Uji coba dimulai setelah pemerintah Inggris memberikan vaksinasi tersebut, dimulai di India dan Brasil juga. Otoritas AS, bagaimanapun, belum melanjutkan persidangan, lansir HindustanTimes, Kamis (22/10/2020).

Kemudian seorang relawan meninggal di Brazil, tapi persidangan tidak akan dihentikan.

Inilah yang tentang kasus terbaru:

1. Rincian peserta uji coba vaksin adalah informasi rahasia.

Rincian penyakit jika mungkin berkembang, juga tidak diungkapkan. Surat kabar Brasil melaporkan orang tersebut adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang menangani pasien Covid-19.

2. Laporan menunjukkan orang tersebut terdaftar sebagai peserta untuk uji coba yang sedang berlangsung. Tetapi belum ada suntikan vaksin kandidat yang diberikan.

3. Oleh karena itu, persidangan belum dihentikan.

“Semua peristiwa medis yang signifikan dinilai dengan cermat oleh penyelidik uji coba, komite pemantau keamanan independen, dan pihak berwenang.”

“Penilaian ini tidak menimbulkan kekhawatiran tentang kelanjutan studi yang sedang berlangsung, ”kata AstraZeneca.

4. Tapi berita seperti itu menyebabkan ketakutan di antara orang-orang.

5. Johnson dan Johnson yang memproduksi jutaan suntikan vaksin di Amerika Serikat telah menghentikan uji coba karena salah satu peserta melaporkan penyakit yang tidak terduga.

Sejauh ini, tiga uji coba vaksin telah dihentikan, selain AstraZeneca (dilanjutkan di tempat lain selain AS) dan Johnson & Johnson, uji coba pengobatan antibodi Eli Lilly dihentikan setelah laporan merugikan pasien.

Para ahli, bagaimanapun merasa bahwa uji coba yang dihentikan menunjukkan bahwa pembuat vaksin sangat berhati-hati.(*)

%d blogger menyukai ini: