2 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jaga Daya Tahan Tubuh Dengan Suplemen Ekstrak Hewan

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com
Oleh; Lusia Kus Anna

LIFESTYLE
Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Suplemen dari Ekstrak Hewan
Salah satu produk suplemen yang diambil dari hewan adalah ekstrak teripang emas.

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi Shutterstock

KOMPAS.com – Untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi, banyak masyarakat yang rutin mengonsumsi suplemen multivitamin. Selain produk yang berasal dari ekstrak herbal dan tanaman berkhasiat, suplemen yang mengandung protein hewan juga banyak diburu.

Produk suplemen dari ekstrak hewan yang paling populer barangkali adalah minyak ikan. Suplemen yang diambil dari hewan lainnya adalah ekstrak teripang emas.

Hewan laut yang bertekstur lunak ini sudah lama dikonsumsi sebagai makanan. Meski begitu, sebagian orang memanfaatkannya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Teripang emas disebutkan kaya akan beragam jenis protein, asam lemak, berbagai mineral, serta vitamin. Kandungan tersebut memungkinkan teripang menjadi bahan makanan yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

Kandungan protein dalam teripang emas (Jelly Gamat Gold) diketahui sangat tinggi, yaitu 86,8 persen serta kolagen 80 persen.

Walau penelitian ilmiah mengenai manfaat teripang bagi kesehatan, namun produk suplemennya tetap laris dicari.

© Disediakan oleh Kompas.com Suplemen Jelly Gamat Gold-G yang berisi ekstrak teripang emas. Dok Jelly Gamat Gold-G

CEO PT.Ardisi Rasya Herbalindo, distributor suplemen Jelly Gamat Gold-G mengatakan, produk suplemennya juga diperkaya dengan ekstrak sarang burung wallet.

“Ekstrak teripangnya tentu lebih banyak. Rasanya gurih dan lebih stabill pada suhu panas dan dingin,” katanya.

Menurutnya, jenis protein dalam teripang emasi berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh. Selain itu juga mengandung asam lemak yang penting untuk perbaikan jaringan tubuh.

“Selain untuk pencegahan, suplemen ini juga untuk rehabilitasi pasca sakit,” ujarnya.

Editor: Lusia Kus Anna

%d blogger menyukai ini: