27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

12 Kapal Mewah Berlabuh di Gili Mas

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com
Oleh; Erlangga Djumena

© Disediakan oleh Kompas.com Kapal pesiar MS Vasco Da Gama yang membawa lebih dari 1.000 turis asing dari berbagai negara sandar di dergama Pelabuhan Gili Mas Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada 20 Februari 2020.

LOMBOK, KOMPAS.com – Dermaga di Pelabuhan Gili Mas, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mulai melaksanakan uji coba operasional sejak 5 November 2019. Tercatat sejak akhir tahun lalu, hingga saat ini sudah ada 12 kapal pesiar yang bersandar di dermaga buatan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III itu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kapal Sun Princess, menjadi pesiar pertama yang bersandar di pelabuhan Gili Mas dengan membawa wisatawan mancanegara sebanyak 1.988 orang dan 862 kru.

Kehadiran kapal pesiar tersebut menunjukan respon positiif dari para wisatawan terhadap kehadiran dermaga tersebut.

Dengan adanya dermaga tersebut, Budi meyakini akan mempermudah wisatawan dari jalur laut yang hendak berlabuh ke Lombok, karena tidak perlu lagi berpindah menggunakan sekoci.

“Diharapkan hal ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di kawasan Lombok dan sekitarnya. Hal ini juga turut menyukseskan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2020).

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu memaparkan, grounndbreaking pembangunan terminal Gili Mas dilakukan pada tanggal 22 Desember 2016. Terminal penumpang memiliki panjang dermaga 440 m2 serta memiliki bangunan dua lantai dengan total luas lantai 1 yaitu 12.300 m2 dan lantai 2 yakni 2.000 m2.

Terminal itu juga diprediksi mampu menampung kapasitas penumpang hingga 1.500 orang, dilengkapi dengan area kedatangan, area keberangkatan, kantor bersama kegiatan kepelabuhanan, toilet hingga ruang laktasi.

Untuk luas lahan yang sudah dibebaskan sebesar 56 hektar ditambah dengan lahan reklamasi 10 hektar, sehingga total 66 hektar. Ada sekitar 5 persen lahan yang belum dibebaskan yang masih dalam proses negosiasi.

Sedangkan total investasi yang dikeluarkan PT Pelindo III adalah Rp 550 miliar, termasuk pembebasan tanah dan reklamasi.

“Di terminal ini nantinya hanya ada dua layanan yang dilakukan yakni untuk penumpang dan untuk peti kemas, dimana pada tahap awal hanya akan melayani untuk penumpang saja,” ucap Budi.

%d blogger menyukai ini: