22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

© VIVA Mantan Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Natalius Pigai.

Berita ini diberdayakan untuk MSN.COM

Staf Khusus Presiden Joko Widodo untuk Papua, Lenis Kogoya, terlihat geram terhadap mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia yang juga berasal dari Papua, Natalius Pigai. Kemarahan Lenis ini lantaran Pigai dinilai selalu mengkritik dan memfitnah Jokowi.

Lenis menegaskan, selama ini dirinya selalu diam ketika Pigai mengkritik Jokowi. Menurutnya, itu tidak pantas dilakukan terhadap seorang kepala negara.

“Jadi saudara Natalius Pigai fitnah selama ini saya amati terus. Tetapi terakhir ini, sudah setop bicara. Kalau tidak mau dengar lagi, saya cari dia (Natalius Pigai). Saya kepala suku dan dia harus menghadap ke saya,” kata Lenis, di kantornya, Gedung Kemensesneg, Jalan Veteran III Jakarta, Jumat, 27 April 2018.

Lenis adalah ketua tim relawan nusantara di Papua, yang memenangkan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Karena kini sudah diangkat menjadi staf khusus untuk Papua, maka ia yang harus menjawab kritik-kritik dari Natalius sejauh ini.

Ia menyayangkan sikap Pigai, yang menurutnya tidak sesuai dengan adat Papua. Sebab, tidak pernah orang Papua mengkritik Presiden RI, dari Presiden pertama hingga saat ini.

“Maka, karakter saudara Natalius untuk menyampaikan kritik-kritik Presiden sebagai lambang negara, tetapi kalau kritik saya sebagai kepala suku Provinsi Papua semuanya tolak. Dan dia tidak punya hak untuk mengkritik Presiden,” ujar Lenis.

Menurutnya, lebih baik Natalius pulang ke kampungnya, membangun lagi di sana. Lenis bercerita, dirinya juga sempat sekolah hingga mendapat gelar master, lalu membangun daerah terlebih dahulu.

Lenis terlihat tidak bisa menahan emosinya, menyaksikan sikap Natalius Pigai yang menurutnya sudah tidak bisa ditolerir lagi dalam mengkritik dan memfitnah kepala negara.

“Jadi Natalius saya mau sampaikan, saya kepala suku Papua (minta) setop bicara, mulai dari detik ini. Saya sudah larang tidak boleh kritik Presiden. Saya sudah sangat marah, kepala suku provinsi sudah sangat marah,” ujarnya dengan emosi.

Dia menegaskan, selama ini Jokowi sudah berbuat lebih baik untuk Papua. Jokowi sudah datang ke Papua hingga tiga kali dalam setahun. Lenis mengatakan, itu upaya dirinya. Bahkan Jokowi sampai ke pelosok-pelosok yang rawan.

Tidak hanya itu, lanjutnya, banyak anak Papua juga ditempatkan di kementerian, disekolahkan hingga 1.030 setahun dari SMP hingga SMA. Begitu juga di jajaran Polri, banyak orang Papua yang sudah naik pangkat.

Lanjut Lenis, Jokowi ingin menerapkan sila ke-5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Makanya, dia menilai, banyak pembangunan infrastruktur di Papua.

Dia meminta, Pigai melihat itu. Dan bahkan ia meminta untuk menemuinya, agar bisa dipahamkan seperti apa pembangunan di Papua saat ini.

“Saya bicara, tidak boleh lagi mengganggu Jokowi. Jokowi tahun depan dua periode titik. Tidak ada lain-lain,” kata Lenis. (ase)

%d blogger menyukai ini: